TERNAK LELE DUMBO

Posted on
 TERNAK LELE DUMBO
Lele atau ikan keli, adalah sejenis ikan yang hidup di air tawar. Lele mudah dikenali karena tubuhnya yang licin, agak pipih memanjang, serta memiliki “kumis” yang panjang, yang mencuat dari sekitar bagian mulutnya.

Secara ilmiah lele terdiri dari banyak sepesies. Sehingga tidak mengherankan pula apabila lele di nusantara mempunyai banyak nama daerah. Ikan-ikan marga Claries ini dikenali dari tubuhnya yang licin memanjang tak bersisik, dengan sirip punggung dan sirip anus yang juga panjang, yang kadang menyatu dengan sirip ekor. Ikan lele bersifat natural, yaitu aktif bergerak mencari makanan pada malam hari. Pada siang hari, ikan lele berdiam diri dan berlindung ditempat-tempat gelap. Hal ini dikarenakan kulitnya yang licin dan tidak bersisik tidak bisa terkena panas matahari yang berlebihan. Lele dibagi menjadi dua yaitu lele local dan lele dumbo. Lele dumbo memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan lele lokal. 
Lele berkembang biak dengan telur, pembuahan terjadi diluar tubuh induknya atau didalam air (pembiakan eksternal). Pada sisi tubuh terdapat gurat sisi yang memanjang dari belakang tutup insang sampai ekor. Gurat sisi berfungsi untuk mengetahui tekanan air. 
Pada ikan lele di Indonesia dikenal adanya 3 variasi warna tubuhnya, ialah : (TERNAK IKAN LELE DUMBO)
· Hitam agak kelabu (gelap), ini yang paling umum
· Bulai (putih), dan
· Merah
Biasanya lele yang berwarna putih dan merah dipelihara sebagai ikan hias. Ikan lele juga memiliki labirin yang membantu dalam proses pernafasan ketika berada di daerah yang berlumpur.
Sifat Biologis (Tingkah Laku)
Selain sosoknya yang berbeda, lele lokal dan lele dumbo ternyata juga memiliki perilaku yang berlainan. Perilaku yang boleh dibilang sama hanyalah sifat aktifnya pada malam hari. Sifat-sifat lele lokal diantaranya ; gerakannya tidak terlalu agresif, patilnya mengandung racun, warna kulitnya berubah menjadi hitam jika terkejut atau stres, dan dapat membuat lubang di kolam atau pematang. Sebaliknya perilaku lele dumbo diantaranya ; gerakanya lele dumbo lebih agresif, patilnya tidak beracun, warnanya berubah menjadi bercak-bercak hitam/putih jika stress dan tidak merusak pematang. (TERNAK IKAN LELE DUMBO)
PEMILIHAN LOKASI TERNAK LELE DUMBO
Dalam pembesaran ikan lele, pekarangan rumah yang sempit saja sudah bisa untuk memelihara. Lele tidak perlu kolam yang terlalu besar, karena ikan lele tahan terhadap kepadatan yang tinggi. Dalam 1 m2 kolam bisa diisi 7 – 10 ekor ikan. Kolam dengan ukuran 2 X 3 m2 pun sudah layak digunakan. Semakin kecil kolam, maka pengontrolannya semakin gampang.
 
Kolam bisa dibuat dari tanah atau semen. Namun lebih dianjurkan menggunakan kolam yang terbuat dari tanah, karena bisa dipupuk. Pemupukan ini menyebabkan tumbuhnya aneka pakan sehingga persediaan pakan alamiah akan terpenuhi. Kolam disemen tidak bisa dipupuk. Konsekuensinya, pakan buatan yang diberikan harus banyak, sehingga ongkos pakan menjadi mahal. Kolam pembesaran lele dibuat dengan kedalaman 1m, ketinggian air di dasar kolam 0,75 m. dibagian atas dipasang pipa pemasukan air. Guna mengatur ketinggian air, dipasang pipa pelimpar yang bisa ditegakkan, dimiringkan atau dirobohkan. Jika kolam akan dikeringkan , pipa goyang tersebut harus direbahkan sehingga air dapat keluar secara total lewat saluran pembuangan. Pipa goyang tersebut terbuat dari paralon (PVC) dengan diameter 2-4 inci atau 5-10 cm. sambungan pipa dibuat dengan konstribusi khusus agar pipa dapat diputar keberbagai arah. (TERNAK IKAN LELE DUMBO)
PEMELIHARAAN IKAN LELE
CARA TERNAK LELE
a. Bibit Ikan Lele
Bibit ikan lele yang digunakan yaitu berukuran 7 X 10 cm dan berumur 50 hari. Penebarannya sesuai dengan ukuran kolam yang disediakan. (TERNAK IKAN LELE DUMBO)
b. Kolam ikan lele
Jumlah total kolam pembesaran yang digunakan oleh bapak Dian adalah sebanyak 6 kolam, masing-masing kolam berukuran dan berisi 8-12 ribu bibit ikan. Kolam bisa dibuat dari tanah / semen, namun lebih dianjurkan menggunakan kolam yang terbuat dari tanah karena bisa dipupuk. Pemupukan ini menyebabkan tumbuhnya aneka pakan, sehingga ketersediaan pakan alami terpenuhi.
KUALITAS AIR
Kualitas air juga dipengaruhi oleh padat penebaran lele. Semakin padat penebarannya maka kualitas air semakin menurun karena kotoran dan sisi makanan yang tertinggal dalam kolam semakin banyak. Kondisi seperti ini akan menghambat pertumbuhan lele, karena kotoran yang tertinggal dapat berubah menjadi gas amonia yang merugikan lele. Karena itu dapat penebaran ideal yang disarankan adalah antara 10 – 50 ekor per m2, dan pergantian air harus sering dilakukan. Lama pemeliaharaan di kolam pembesaran hingga mencapai ukuran 200 – 250 gram adalah 4-5 bulan. (TERNAK IKAN LELE DUMBO)
Air yang terbaik bagi perkembangan lele berasal dari sumur pompa, sungai atau irigasi yang tidak tercemari zat-zat kimia. Sebaiknya hindari penggunaan air PAM karena mengandung kaporit. (TERNAK IKAN LELE DUMBO)
c. Pakan ikan lele
Pakan alami ikan lele ialah binatang-binatang renik, seperti kutu-kutu air, cacing, larva (jentik-jentik serangga), siput kecil dan lainnya. Ikan lele juga memakan sisa-sisa benda yang membusuk dan kotoran manusia. Ada juga pakan buatan baik jenis apung ataupun tenggelam.
(TERNAK IKAN LELE DUMBO)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *