Tanaman Pengusir Nyamuk

Posted on
Tanaman Pengusir Nyamuk 
Nyamuk penular (vektor) penyakit demam berdarah memang sulit untuk ditanggulangi. Tetapi ada salah satu cara yang cukup efektif dan murah untuk menghindarinya, yakni dengan mengusir nyamuk dari lingkungan sekitar kita atau mencegah agar nyamuk tidak sampai menggigit dengan menggunakan tanaman obat.
Beberapa tanaman yang dapat digunakan untuk pengusir nyamuk antara lain: Zodia(Evodia suaveolens), sera wangi (Cymbopogon nardus), Lavender (Lavandula latifolia), Geranium (Geranium homeanum), nilam (Pogostemon cablin) dan mimba (Azadirachta indica).
Zodia, serai wangi dan geranium dapat langsung digunakan untuk mengusir nyamuk dengan cara menanam di pot kemudian disimpan di dalam rumah atau ditanam di halaman rumah. Tanaman pengusir nyamuk ini juga bisa dibuat lotion yang dioleskan ke tubuh sehingga nyamuk enggan untuk menggigit. Kelebihan lotion ini adalah tidak memberikan efek negatif pada kulit (Syakir, 2007).
1. Zodia
Zodia merupakan tanaman asli Indonesia yang berasal dari daerah Irian (Papua). Oleh penduduk setempat tanaman ini biasa digunakan untuk menghalau serangga, khususnya nyamuk apabila hendak pergi kehutan, yaitu dengan cara menggosokkan daunnya ke kulit.
Selain itu, tanaman yang mempunyai tinggi antara 50 cm hingga 200 cm (rata-rata 75 cm), dipercaya mampu mengusir nyamuk dan serangga lainnya dari sekitar tanaman. Oleh sebab itu tanaman ini, sering ditanam dipekarangan ataupun di pot untuk menghalau nyamuk. Aroma yang dikeluarkan oleh tanaman Zodia cukup wangi.
Biasanya tanaman itu mengeluarkan aroma apabila tanaman tergoyah oleh tiupan angin sehingga di antara daunnya saling menggosok, maka keluarlah aroma yang wangi. Saat ini sebagian masyarakat menyimpan tanaman zodia pada pot di dalam ruangan, sehingga selain memberikan aroma yang khas, juga aromanya dapat menghalau nyamuk dari ruangan. Namun demikian tidak berarti bahwa nantinya di dalam ruangan terdapat beberapa bangkai nyamuk sebagai akibat dari tanaman ini, nyamuk hanya terusir karena tidak menyukai aroma dari tanaman ini. Penyimpanan tanaman juga sering diletakkan di sekitar tempat angin masuk ke dalam ruangan, nyamuk yang hendak masukpun terhalau.
Zodia (Evodia suaveolens) yang termasuk ke dalam keluarga Rutaceae mengandung evodiamine dan rutaecarpine. Menurut hasil analisa yang dilakukan di Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) dengan gas kromatografi, minyak yang disuling dari daun tanaman ini mengandung linalool (46%) dan a-pinene (13,26%). Linalool sudah sangat dikenal sebagai pengusir (repellent) nyamuk.
Menurut penelitian Kardinan (2004) yang dilakukan terhadap nyamuk demam berdarah (Aedes aegypti) yang sering membuat heboh masyarakat, yaitu dengan cara menggosokkan daun zodia ke lengan, lalu lengannya dimasukkan ke kotak yang berisi nyamuk demam berdarah dan dibandingkan dengan lengan yang tanpa digosok dengan daun zodia menunjukkan bahwa daun zodia mampu menghalau nyamuk selama enam jam dengan daya halau (daya proteksi) sebesar lebih dari 70%.
Selain itu, lengan yang digigit oleh nyamuk demam berdaarah akan cepat sembuh (bentol dan gatal) apabila digosok dengan daun zodia. Hal ini merupakan harapan baru untuk menghalau serangan nyamuk demam berdarah di masa mendatang, yaitu dengan gerakan kembali ke alam dengan memanfaatkan tanaman di sekitar kita untuk memerangi penyakit demam berdarah.

2. Geranium
Tanaman Geranium sekurang-kurangnya memiliki tiga varian, yaitu : Citrosa mosquito fighter, Citrosa queen of lemon, Citrosa lady diana. Citrosa mosquito fighter pada tahun 1980-1990 cukup mudah ditemukan di kawasan sekitar Bandung dan Sukabumi. Tumbuh liar di sekitar sawah, daunnya diambil lau diselipkan di antara pakaian atau almari. Khasiatnya mampu mengusir nyamuk dan ngengat, juga memberikan aroma yang khas. Pada geranium terdapat zat Citronella yang mampu mengusir nyamuk (Kardinan, 2003).

3. Serai Wangi
Selama ini serai wangi (Cymbopogon nardus) sering dipakai untuk bumbu masak dan bahan pencampur jamu, namun ternyata batangnya bisa digunakan sebagai pengusir nyamuk. Serai wangi mengandung zat-zat geroniol, metilheptenon, terpen-terpen, terpen alkil, sitronelal. Zat sitronelal ini memiliki sifat racun kontak. Sebagai racun kontak dapat menyebabkan tubuh nyamuk kehilangan cairan yang dapat menyebabkan kematian(Kardinan, 2003).
Kandungan dari serai terutama minyak atsiri dengan komponen sitronelal 32-45%, geraniol 12-18%, sitronelol 11-15%, geranil asetat 3-8%, sitronelil asetat 2-4%, sitral, kavikol, eugenol, elemol, kadinol, kadinen, vanilin, limonen, kamfen. Minyak serai mengandung 3 komponen utama yaitu sitronelal, sitronelol dan geraniol (Sastrohamidjojo, 2004 dalam Wardani, 2009). Hasil penyulingan dari Andropogon nardus L dapat diperoleh minyak atsiri yang disebut Oleum citronellae, terutama terdiri atas geraniol dan sitronelal yang dapat digunakan untuk menghalau nyamuk (Tjitrosoepomo, 2005 dalam Wardani, 2009). Abu dari daun dan tangkai serai mengandung 45 % silika yang merupakan penyebab desikasi (keluarnya cairan tubuh secara terus menerus) pada kulit serangga sehingga serangga akan mati kekeringan. Sitronelol dan geraniol merupakan bahan aktif yang tidak disukai dan sangat dihindari serangga, termasuk nyamuk sehingga penggunaan bahan-bahan ini sangat bermanfaat sebagai bahan pengusir nyamuk (Yunus, 2008 dalam Wardani, 2009).

4. Rosemary
Jika melihat dari bentuk fisiknya, tanaman rosemary (Rosmarinus officinalis) ini kurang menarik jika dijadikan tanaman hias. Tapi jika melihat fungsinya, banyak orang yang mencari tanaman ini. Sebagai tanaman batang keras, bentuk tanaman rosemary tidak berbeda dengan tanaman lain sejenisnya.
Kelebihannya hanya terletak pada baunya yang sangat menyengat. Warna daunnya hijau tua dan bentuk daunnya meruncing. Tapi baunya yang menyengat inilah yang dicari-cari orang, karena baunya yang tercium saat tanaman ini tertiup angin justru dapat mengusir nyamuk. Aroma yang dihasilkan jika daunnya digosok-gosokkan ke kulit mirip seperti aroma minyak kayu putih. Aroma ini dapat mengacaukan penciuman dan nyamuk.
Meskipun tanaman lavender dan zodia juga mampu digunakan untuk mengusir nyamuk, tapi tanaman rosemary tetap yang paling banyak dicari orang. Hal ini disebabkan karena selain perawatannya yang sangat mudah, tanaman rosemary ini sangat kuat dan tahan terhadap serangan hama (Pakar Tanaman, 2010).

Daftar Pustaka

Kardinan. 2003. Model Pencegahan Berbasis Lingkungan terhadap Penyakit. IPB. repository.ipb.ac.id. Diakses tanggal 9 Mei 2011.

Kardinan, Agus. 2004. Zodia (Evodiaa suaveolens) Tanaman Pengusir Nyamuk. http://www.litbang.deptan.go.id/artikel/one/77/pdf/Zodia%20%28Evodiaa%20suaveolens%29:%20Tanaman%20Pengusir%20Nyamuk.pdf. Diakses tanggal 9 Mei 2011.

Pakar Tanaman. 2010. Rosemary Tanaman Si Pengusir Nyamuk. http://tanaman.org/. Diakses tanggal 9 Mei 2011.

Syakir. 2007. Ramuan Ajaib Mengatasi Demam Berdarah Dengue Secara Alami. http://www.litbang.deptan.go.id/artikel/one/162/pdf/Ramuan%20Ajaib,%20Mengatasi%20Demam%20Berdarah%20Dengue%20Secara%20Alami.pdf. Diakses tanggal 9 Mei 2011.

Wardani, Sukma. 2009. Uji Aktivitas Minyak Atsiri Daun dan Batang Serai (Andropogon nardus L) Sebagai Obat Nyamuk Elektrik Terhadap Nyamuk Aedes aegypti. http://etd.eprints.ums.ac.id/5156/1/K100050116.pdf. Diakses tanggal 9 Mei 2011.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *