Perbedaan Obligasi dan Saham

Posted on

Antara obligasi dan saham memilki pengertian, penerapan serta jenis yang berbeda. Namun bagi orang awam maka perbedaan keduanya perlu dijelaskan lebih rinci lagi. Perbedaan antara obligasi dan saham dapat dijelaskan secara singkat sebagai berikut :

Obligasi yang dikeluarkan VOC, pada tahun 1623

Obligasi adalah suatu istilah yang digunakan dalam dunia keuangan yang merupakan suatu pernyataan utang dari penerbit obligasi kepada pemegang obligasi beserta janji untuk membayar kembali pokok utang beserta kupon bunganya kelak pada saat tanggal jatuh tempo pembayaran.

Ciri-ciri dari Obligasi adalah jangka waktu terbatas, hari jatuh tempo ditentukan, tingkat bunga dan periode pembayaran telah ditetapkan, baik perusahaan untung maupun rugi bunga dan pokok pinjaman wajib dibayar, bunga obligasi terlebih dahulu dikeluarkan sebagai biaya sebelum pajak diperhitungkan, harga obligasi relatif stabil namun sensitif terhadap tingkat bunga dan inflasi dan pemegang obligasi tidak memiliki hak suara pada perusahaan.

Saham adalah satuan nilai atau pembukuan dalam berbagai instrumen finansial yang mengacu pada bagian kepemilikan sebuah perusahaan. Dengan menerbitkan saham, memungkinkan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan pendanaan jangka panjang untuk ‘menjual’ kepentingan dalam bisnis dengan imbalan uang tunai.

Ciri-ciri saham diantaranya adalah jangka waktu tidak terbatas, pemegang saham memperoleh penghasilan disebut dividen dengan frekuensi tidak menentu, dividen dibayar dari laba perusahaan, potensi laba perusahaan sulit ditaksir, dari sisi perpajakan dividen merupakan bagian laba perusahaan setelah dikenai pajak, harga saham sangat fluktuatif dan sangat sensitif terhadap kondisi makro dan mikro dan pemegang saham memiliki hak suara pada perusahaan.

0 thoughts on “Perbedaan Obligasi dan Saham

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *