MENGGUNAKAN MEDIA PENYULUHAN PERTANIAN LEVEL SUPERVISOR

Posted on

A.  Pengertian  Media Penyuluhan Pertanian

Kata media berasal dari bahasa latin medius yangsecara harfiah berarti “tengah”, “peantara”, atau “pengantar”, yaitu perantaraatau pengantar pesan dari pengirim pesan kepada penerima pesan. The Association for EducationalCommunications Technology (AECT), menyebutkan media sebagai bentuk dan saluranyang digunakan orang untuk menyalurkan pesan atau informasi. Gagne (1970),mengatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan sasaranyang dapat merangsang untuk belajar. Sedangkan ”penyuluhan” berasal dari kata”suluh” yaitu sesuatu yang digunakan untuk memberi penerang. Jadi mediapenyuluhan adalah suatu benda yang dikemas sedemikian rupa untuk memudahkanpenyampaian materi kepada sasaran, agar sasaran dapat menyerap pesan denganmudah dan jelas.
          Beragamnya media memiliki karakteristik yang berbeda pula.Karena itu untuk setiap tujuan yang berbeda diperlukan media yang berbeda pula.Dalam kaitannya dengan penyelenggaraan penyuluhan ataupun pelajaran tadi sangatpenting sebagai saluran, penyampaian pesan.
B.  Manfaat Media Penyuluhan Pertanian
          Kemajuan tehnologipertanian saat ini semakin pesat, baik tehnologi produksi maupun tehnologisosial ekonomi, Persaingan dalam berusaha dibidang pertanian semakin meningkatpula. Tuntutan untuk  meningkatkankualitas produksi tidak dapat ditawar-tawar lagi. Tehnologi dan informasi yangberkaitan dengan hal-hal tersebut perlu disalurkan dengan cepat  dari sumber pesan kepada sasaran, yaknipetani dan keluarganya serta masyarakat pertanian lainnya. Oleh karena ituperanan media penyuluhan pertanian semakin penting.
          Disamping itu kegiatan penyuluhan pertanian berhadapandengan keterbatasan-keterbatasan antara lain keterbatasan jumlah penyuluh,keterbatasan dipihak sasaran , misalnya tingkat pendidikan formal petani yangsangat bervariasi, keterbatasan sarana dan waktu belajar bagi petani. Untuk ituperlu diimbangi dengan meningkatkan peranan dan penggunaan media penyuluhanpertanian. Melalui media Penyuluhan Pertanian petani dapat meningkatkaninteraksi dengan lingkungan sehingga proses belajar berjalan terus walaupuntidak berhadapan langsung dengan sumber komunikasi.
          Peranan media penyuluhan pertanian dapat ditinjau daribeberapa segi yakni dari proses komunikasi, segi proses belajar dan segiperagaan dalam proses komunikasi, segi proses belajar dan dari peragaan dalamproses belajar dan dari peragaan.
1.    Peranan media penyuluhan pertanian sebagai salurankomunikasi (channel) dalam kegiatan penyuluhan pertanian.
a.     Menyalurkan pesan/informasi dari sumber/komunikatorkepada sasaran yakni petani dan keluarganya sehingga sasaran dapat menerapkanpesan dengan kebutuhannya.
b.    Menyalurkan ”feed back”/umpan balik darisasaran/komunikan kepada sumber/komuniukator sebagai bahan evaluasi untukperbaikan/ pengembangan dalam penerapan tehologi selanjutnya.
c.     Menyebarluaskan pesan informasi kemasyarakat dalamjangkauan yang luas, mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera.
d.    Memungkinkan pelaksanaan penyuluhan pertanian secarateratur dan sistimatik
2.    Peranan media penyuluhan pertanian sebagai Media Belajardalam kegiatan penyuluhan pertanian.
Pada tahapawal peranan penyuluh pertanian sangat dominan dalam kegiatan belajar petani,lama kelamaan berubah petani menjadi lebih dinamis mulai banyak belajar,melalui pengalaman. Melalui interaksi dengan lingkungannya dan memanfaatkanmedia penyuluhan pertanian. Sekarang penyuluh pertanian berperan sebagai mitrakerja petani, mendampingi dan membantu petani dalam memecahkan masalah yangdihadapi dilapangan bersama dengan petani lainnya melalui kegiatan kelompoktani.
Peranan media penyuluhan pertanian sebagai media belajar dalam kegiatanpenyuluhan pertanian sebagai berikut :
a.     Memberi pengalaman belajar yang integral dari kongkrit keabstrak.
Petanibelajar dimulai dari situasi nyata dilapangan melalui pengalam langsung sebagaicontoh, kegiatan  sekolah lapangan (SL)dalam rangka memasyarakatkan Pengendalian hama terpadu (PHT) tanamanpadi.Petani secara berkelompok belajar mengamati hama/penyakit tanaman langsungdari runpun padi sawah. Cara  belajartersebut disebut cara belajar Lewat pengalaman (CBLP). Hasil pengamatan dicatatoleh petani, kemudian didiskusikan bersama secara priodik.
          Selanjutnya petani belajar melaluiberbagai media penyuluhan pertanian lainnya antara lain : spesimen, poster,leaflet, folder, gambar, slide, film dan sebagainya. Materi pelajaran tidakterbatas pada hama/penyakit saja tetapi berkembang dengan materi yang terkaitseperti ekologi tanaman, musuh alami, pemupukan, fisiologi tanaman dansebagainya sampai panen. Dengan demikian memberi pengalaman yang luas danterpadu. Pengalaman-pengalaman yang diperoleh dan kongkrit kearah abstrak penyuluhpertanian sebagai mitra petani berfungsi membantu/membimbing prosesbelajar tersebut.
b.     Memungkinkan proses belajar dapat berlangsung secaraterus menerus dan berkelanjutan.
Tehnologiselalu berubah dan berkembangkarena itu media penyuluhan pertanian harus selalumenyalurkan pesan/informasi yang mutakhir. Siaran pedesaan misalnya adalahmedia penyuluhan pertanian yang harus selalu siap menyalurkan perkembangan tehnologiyang mutakhir tersebut.
      c.Memungkinkan proses belajar secara mandiri.
Tersedianya berbagai macam media penyuluhan pertanian seperti: brosur,kaset rekaman, folder, lembaran informasi pertanian (Liptan) dan lain-lain,memungkinkan untuk terjadinya proses belajar secara mandiri.
3. Peranan media penyuluhanpertanian sebagai peragaan dalam kegiatan penyuluhan pertanian.
       Peragaan merupakan salah satufaktor penting dalam mencapai keberhasilan kegiatan penyuluhan pertanian. Media penyuluhan pertanian yang bersifatverbalistis akan kurang berhasil. Peragaan berkaitan erat  dengan penginderaan, peranan pengeinderaansangat penting dalam proses belajar termasuk dalam kegiatan penyuluhanpertanian.
Pendapatpara ahli dan hasil penelitian sepertitersebut diatas penting artinya dalamkegiatan penyuluhan pertanian. Media harus berperan pula sebagai peragaanpetani belajar lebih efektif bila ia belajar dengan melihat, mendengar dansekaligus mengerjakannya (learning by doing).
Sejalandengan pandangan diatas, maka peranan media penyuluhan pertanian sebagaiperagaan dalam kegiatan penyuluhan pertanian sebagai berikut :
a.     Media PenyuluhanPertanian Mempertinggi Efektivitas belajar.
Media yangbermuatan peragaan dapat menarik perhatian, memusatkan perhatian dan memberikejelasan terhadap pesan yang disampaikan , mempermudah untuk dimengerti dankesannya bertahan lama dalam ingatan..
b.     Meningkatkan Interaksi Petani dengan Lingkungannya
Misalnyamelalui media demonstrasi di lapangan petani belajar langsung darilingkungannnya dan hasilnya akan meyakinkan petani terhadap pesan yangdidemonstrasikan.
c.     Memungkinkan UntukMeningkatkan Keterampilan
Keterampilanhanya dapat dicapai melalui peragaan langsung tentang langkah-langkah kerjayang harus dilakukan. Petani harus melakukannya sendiri sesuai dengan lembaranpetunjuk kerja melalui media penyuluhan pertanian.
C.  Jenis,Penggolongan Dan Karakteristik Media Penyuluhan Pertanian
Dalamkaitannya dengan penyelenggaraan pendidikan/pelatihan dan penyuluhan, banyak mediapembelajaran yang bisa digunakan. Pertanyaan yang muncul sekarang, bukan padabanyak tidaknya media penyuluhan yang tersedia, tetapi bagaimana merencanakandan membuat media visual dalam kegiatan pelatihan dan penyuluhan yang sesuaidengan kebutuhan para penggunanya.
a.       Menentukan Jenis Media
Penentuan jenis media visualyang efektif untuk suatu proses belajar mengajar merupakan langkah awal yangperlu dilakukan dalam perencanaan suatu pelatihan atau penyuluhan. Paling tidakada 6 (enam) pertanyaan yang perlu diajukan berkaitan dengan penentuan jenismedia yang digunakan, antara lain :
1)    Siapa yang akan dilatih ?
2)    Apa yang diharapkan dan mampu dilakukan oleh pesertadidik ?
3)    Dimana pelatihan akan diadakan dan berapa lama ?
4)    Metode belajar apa yang digunakan ?
5)    Media penyuluhan apa yang akan digunakan ?
6)    Bagaimana mengetahui efektifitas pelatihan/penyuluhan ?
Untukjelasnya jenis-jenis Media Penyuluhan Pertanian dapat digambarkan dalam gambarberikut :
 
 
Tabel 1. Jenis Media Penyuluhan Pertanian Berdasarkan krakteristik dan
contoh-contohnya.
No.
Jenis Media
Contoh-Contoh
1.
Media Penyuluhan Tercetak
Buku, brosur, leaflet, folder, poster, flipchart (peta singkap)
Kelebihannya : relative tahan lama, dapat dibaca berulang-ulang, dapat digunakan sesuai kecepatan belajar masing-masing, mudah dibawa dsb.
Kelemahannya : Proses penyampaian sampai pencetakan butuh waktu relative lama, sukar menampilkan gerak, membutuhkan tingkat literasi yang memadai, cenderung membosankan bila padat dan panjang.
2.
Media Penyuluhan Audio
Siaran radio dan kaset rekaman audio
Kelebihannya : Informasi dikemas sudah tetap, terpatri dan tetap sama bila direproduksi. Produksi dan reproduksinya tergolong ekonomis dan mudah didistribusikan.
Kelemahannya : Bila terlalu lama akan membosankan, perbaikan atau revisi harus memproduksi master baru.
3.
Media Penyuluhan Audio-Visual
Siaran televisi, kaset Video, Sound slide dan film.
Kelebihannya : dapat memberikan gambaran yang lebih kongkrit, baik dari unsur gambar maupun geraknya, lebih atraktif dan komunikatif.
Kelemahannya : Biaya produksi relatif mahal, produksi memerlukan waktu dan diperlukan peralatan yang tidak murah.
4.
Media penyuluhan berupa Objek fisik atau benda nyata
Menunjukan benda hidup secara nyata, berbentuk tiga dimensi dan alat peraga.
Kelebihannya : Dapat menyediakan lingkungan belajar yang amat mirip dengan lingkungan kerja sebenarnya, memberikan stimulasi terhadap banyak indera, dapat digunakan sebagai latihan kerja, latihan menggunakan alat bantu dan atau latihan simulasi.
Kelemahannya : Relatif mahal untuk pengadaan benda nyata.
2. Penggolongan Dan Karakteristik Media Penyuluhan Pertanian
          Klasifikasi mediaberarti penggolongan atau mengelompokkan berbagai macam media berdasarkan kriteria-kriteriatertentu. Tujuannya adalah untuk memudahkan pemilihan dan penggunaan mediasesuai dengan kebutuhan sasaran. Klasifikasi media penyuluhan pertanianberpedoman kepada klasifikasi  mediapendidikan pada umumnya karena penyuluhan pertanian adalah sistem pendidikanyang bersifat non formal.
1)Dasar-dasar Pengelompokan.
a. Perkembangan media pendidikan dimulai dari peranan awalnya sebagai alatbantu mengajar (teaching aids). Penggunaan alat bantu audio visual, misalnyagambar, model, monster, benda sesungguhnya, telah lama terbukti dapat memberipengalaman  kongkrit, memberi motivasibelajar, mempertinggi daya serap dan tretensi belajar.
     Penggolongan media pendidikandapat digolongkan berdasarkan stimulus atau rangsangan yang ditambahkannya. Bermacam-macammedia pendidikan dapat dikelompokkan berdasarkan rangsangan terhadappancaindera seperti indera penglihatan, indera pendengaran ,indera penciuman,indera perasa dan indera peraba.
b.Timbulnya teori komunikasi memberi pengaruh danmenyebabkan perubahan pandangan terhadap alat audio-visual. Alat audio-visualtidak hanya dipandang sebagai alat bantu melainkan juga sebagai alatmenyalurkan pesan (channel), yang berasal dari pemberi pesan. Alat audiovisual  sebagai penyalur pesan dapatdikelompokkan berdasarkan jangkauannya. Jangkauan audio visual dapat bersifatmassal seperti media cetak, siaran radio, siaran televisi dan lain-lain.Disamping itu digunakan untuk kegiatan pendidikan yang bersifat kelompok danindividual.
c.     Pada perkembangan berikutnya dalam proses belajar timbulpandangan bahwa perubahan tingkah laku merupakan komponen yang  menentukan dalam mengukur keberhasilan prosesbelajar.
Teoritingkah laku (behavior theory) ajaran B.H Skinner memandang agar lebihmemperhatikan perubahan tingkah laku dalam proses belajar.
Bahkanmemberi dorongan agar dapat menciptakan media pendidikan sebagai media belajaryang dapat  mengubah tingkah laku sesuaidengan tujuan belajar. Peranan media pendidikan menjadi lebih panjang agardapat memberi dorongan untuk belajar secara mandiri tanpa hadirnya pemberipesan secara fisik misalnya melalui media terekam, media tercetak dan mediaterproyeksi.
Bentuk dankarakteristik media tersebut dapat pula dijadikan dasar dalampengelompokkan  media pendidikan.
2)    Pengelompokkan Media Penyuluhan Pertanian.
Berdasarkan dasar-dasar pengelompokkan media pendidikan pada umumnya, maka media penyuluhanpertanian dapat diklasifikasikan berdasarkan rangsangan penerimaan/inderapenerimaan, daya liput/jumlah sasaaran, pengalaman belajar danbentuk/karakteristik, media sebagai berikut :
a.     Klasifikasi media penyuluhan pertanian berdasarkan pancaindera.
a)        Media benda sesungguhnya, rangsangan melalui seluruhpancaindera antara lain: spesimen, monster, sample.
b)        Media Audio-Visual rangsangan melalui indera pendengarandan indera penglihatan antara lain : film, siaran televisi, video.
c)         Media Visual, melalui indera penglihatan antara lain :film, slide, foto, poster.
d)        Media Audio, rangsangan melalui indera pendengaran antaralain : kaset rekaman, siaran radio.
  1. Klasifikasi media penyuluhan pertanian berdasarkan daya liput/jumlah sasaran.
a)        Media Massal antara lain : siaran radio, siaran televisidan media cetak.
b)        Media Kelompok antara lain : film, slide, kaset rekaman,transparansi.
c)         Media individual antara lain : benda sesungguhnya,specimen.
  1. Klasifikasi media penyuluhan pertanian berdasarkan tingkat pengalam belajar terdiri dari :
a)    Media yang memberikan pengalaman belajar secara kongkritmelalui kehidupan masyarakat antara lain benda sesunguhnya, petak percontohan,spesimen.
b)    Media yang memberi pengalam belajar melalui benda/situasitiruan antara lain : simulasi, permainan, model.
c)     Media yang memberi pengalaman belajar melaluiaudio-visual aids (AVA) antara lain : film,slide, kaset dan rekaman.
d)    Media yang memberi pengalaman belajar melalui kata-katabaik lisan atau tertulis antara lain : buku, majalah, ceramah. 
  1. Klasifikasi media penyuluhan pertanian berdasarkan bentuk/karakteristik media
a)    Media benda/situasi sesungguhnya antara lain : percontohanTanaman/Ternak
b)    Media berupa/situasi tiruan antara lain: model, simulasi,permainan simulasi.
c)     Media terproyeksi antara lain : film, siaran TV, filmslide.
d)     Media tercetakmisalnya poster, leaflet, folder.
e)     Media terekammisalnya : kaset, siaran radio.
D.  Pemilihan Media Penyuluhan Pertanian
1.  Perlunya Pemilihan Media Penyuluhan Pertanian
Sebelummenggunakan media penyuluhan pertanian, maka terlebih dahulu dilakukanpemilihan.
Tujuanpemilihan adalah supaya media penyuluhan yang dipakai efektif dan efisiensidalam mencapai tujuan penyuluhan pertanian, yakni perubahan perilaku petani.
Sehubungandengan itu ada beberapa pemikiran sebagai persiapan pemilihan, sebagai berikut:
a.      Perlu diadakanterlebih dahulu penilaian terhadap media penyuluhan pertanian yang ada dankebutuhan sasaran terhadap teknologi pertanian.
b.     Tidak semuamedia penyuluhan yang diperlukan selalu tersedia atau mudah disediakan olehpenyuluh pada setiap tempat dan waktu.
c.      Mediapenyuluhan yang mahal, tidak selalu merupakan jaminan untuk berhasil mencapaitujuan yakni perubahan perilaku sasaran.
d.     Untuk tujuanperubahan perilaku tertentu dan digunakan dengan tingkat efektivitas yangberbeda-beda.
e.      Harus adakesesuaian antara media penyuluhan yang dipilih dengan metode penyuluhan yangdigunakan.
2.  Kriteria Pemilihan Penyuluhan Pertanian.
Beberapa kriteria yang digunakan dalam pemilihan media penyuluhanpertanian adalah : tujuan kegiatan penyuluhan yang hendak dicapai, tahap adopsiinovasi sasaran, jangkauan media, karakteristik media, dana yang tersedia danpenggunaan media secara terpadu.
a.Tujuan kegiatan penyuluhan pertanian yang hendak dicapai.
TujuanKegiatan penyuluhan pertanian adalah perubahan perilaku petani sesuai denganperkembangan teknologi pertanian. Aspek prilaku adalah sikap, pengetahuan, danketerampilan.
Beberapaalternative pemilihan media penyuluhan pertanian dihubungkan dengan aspekprilaku, seperti tercantum pada table berikut :
                      
 Tabel5 : Alternatif pemilihan media sesuai dengan aspek prilaku sasaran
Klasifikasi Media
Alternatif pemilihan media sesuai
Dengan aspek prilaku sasaran
Sikap
Pengetahuan
Keterampilan
    Benda Sesungguhnya
Percontohan
   Maket
   Spesimen
– Sample/moster
Percontohan
   Spesimen
   Model
   Sample/moster
Percontohan
   Model
– Media Tercetak
   Poster
   Liptan
   Foto
– Peta Singkap
   Brosur
   Folder
   Leaflet
   Peta Singkap
   Peta Singkap
   Folder
   Leaflet
   Liptan
– Media Terproyeksi
   Video TV
   Film
   Film Strip
   Transparansi
   Film Slide
   Film strip
– Video TV
   Film slide
   Film strip
   Video
   TV
– Media Terekam
   Rekaman siaran
   Radio
   Rekaman
   Rekaman
   Rekaman Siaran
   Radio
b. Tahap adopsi sasaran
Pemilihanmedia disesuaikan dengan tahap adopsi petani. Tahap kesadaran, minat penilaian,mencoba dan menerapkan, masing-masing memerlukan media yang efektif misalnyauntuk tahap adopsi penilaian dan mencoba, dipilih media sesungguhnya melaluimetode demonstrasi.
c.  Jangkauan media penyuluhan pertanian.
Pemilihandisesuaikan dengan jangkauan media, untuk pendekatan perorangan dan kelompokdipilih media sesungguhnya melalui metode demonstarsi cara, kunjungan keusahatani, sedangkan untuk pendekatan missal dipilih media sesungguhnya melaluimetode pameran, media terekam melalui siaran radio dan terproyeksimelaluisiaran televisi.
d.  Karakteristik 
Karakteristikmedia berkaitan dengan rangsangan terhadap indera sasaran. Penggolongan mediamenurut kelomppok audio-visual misalnya adalah untuk memudahkan memilih tingkatpendidikan formal petani yang sangat bervariasi.
e.  Pertimbangan dana yang tersedia.
Sedapatmungkin dipilih media yang biayanya tidak mahal tapi efektivitasnya tinggi.Pemilihan media sesungguhnya yang dapat dibuat sendiri dengan harga relativemurah merupakan alternative yang perlu di tempuh apabila dana yang tersediasangat terbatas. Sering terlupakan bahwa benda sesungguhnya di lingkunganpetani dapat dimanfaatkan sebagai media asalkan persyaratan terpenuhi.
f.  Pemilihan beberapa media penyuluhan unukdigunakan secara terpadu.
Berbedaalternative dapat dipilih antara beberapa kelompok media : misalnya mediatercetak dikombinasikan dengan media terekam dan media terproyeksi. Pemilihan kombinasi media tersebut tetap mengacupada penggunaan yang efektif dan efisien.
  3.   Prosedur Pemilihan Media Pertanian.
Prosedur pemilihan media penyuluhan pertanian perlu mendapat perhatiansebagai berikut :
a.     Tetapkan pesan teknologi yang sesuai dengan kebutuhansasaran yakni kebutuhan petani.
b.    Rumuskan tujuan yang hendak dicapai yakni perubahanprilaku petani dengan aspek pengetahuan keterampilan dan sikap.
c.     Lakukan pemilihan terhadap media penyuluhan yangtersedia, potensi lingkungan petani yang dapat dimanfaatkan sebagai mediapenyuluhan dan penilaian terhadap tahap adopsi sasaran
d.    Perhitunganbiaya yang diperlukan untuk persiapan pembuatan atau pengadan media penyuluhan.
e.     Tetapkan mediapenyuluhan sesuai dengan metode penyuluhan yang telah ditetapkan.
f.      Lakukan evaluasi pemilihan dan penggunaan metode
Evaluasipenting dilakukan untuk mengukur sejauh mana media penyuluhan pertanian yangtelah dipilih dan digunakan. Dirasakan manfaatnya terhadap pemilihan bahanperbaikan dalam rangka meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan mediapenyuluhan pertanian pada periode berikutnya secara berkesinambungan.
 
Media tidakdapat dipilih dan digunakan asal saja, tetapi harus dipilih dengan seksama dandigunakan dengan benar. Tidak ada suatu mediapun yang dapat dipakai untukmencapai semua tujuan, sehingga tidak mungkin semua diperlakukan dengan mediayang sama. Dalam penyelenggaraan penyuluhan, pemilihan jenis media yangdigunakan perlu dipertimbangkan pada kebersamaan antara metode belajarmengajar, tujuan dan situasi pelatihan. Berikut ini gambaran penggunaan mediapenyuluhan yang sesuai untuk berbagai kelompok sasaran dapat dilihat pada tabel1.
Tabel 1.Penggunaan Jenis Media Berdasarkan Kelompok Sasaran
No.
Jenis Media
Sasaran
Massal
Kelompok
Individu
1.
Poster
2.
Film Layar Lebar
3.
Film Vedeo
4.
Fólder/Leaflet
5.
Brosur, Komik
6.
Peta Singkap/Flipchart
7.
Kartu Kilat/Flaschard
8.
Papan Flanes
9.
Siaran Pedesaan (TV, Radio)
10.
Kaset Rekaman
11.
Slide
12.
Photo
13.
Transparansi
14.
Model
15.
Papan Tulis
16.
Telephone
Faktor-faktoryang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media, antara lain : Tujuanperubahan yang akan dicapai oleh sasaran, karakteristik sasaran/peserta didik,strategi komunikasi, isi pesan, biaya dan karakteristik wilayah.
Banyakragam media atau jenis media yang dapat kita pilih dan kiat gunakan tergantungpada materi yang disajikan, keadaan/kebutuhan sasaran, situasi tempat pembelajarandan tentunya tergantung tujuan yang ingin dicapai. Ragam media penyuluhan yangkerap digunakan dapat dikelompokkan ke dalam empat kelompok besar, yaitu mediapenyuluhan tercetak, media penyuluhan audio, media penyuluhan audio visual danobjek fisik atau benda nyata.
Dari sekianbanyak media dalam penggunaannya tidak ada satu mediapun yang terbaik, karenasetiap jenis media mempunyai kelemahan. Yang terbaik tentunya menggunakankombinasi beberapa jenis media, sehingga dapat menutupi kelemahan media tersebut.
E.  Pembuatan MediaPenyuluhan Pertanian
1.  Persiapan Pembuatan Media Penyuluhan
Beberapapemikiran berkaitan dengan pembuatan media penyuluhan Pertanian.
    1. Pemanfaatan benda sesungguhnya yang bersumber dari tanaman/ternak di pedesaan sebagai media penyuluhan Pertanian.
    2. Misalnya pohon mangga jenis ungul dikebun petani yang telah memenuhi syarat untuk menjadi pohon induk dan telah memperoleh sertifikat dari instansi terkait, begitu pula jenis unggul ternak milik petani yang memenuhi syarat dijadikan petani  sebagai induk dan percontohan penyuluh Pertanian dapat memanfaatkan sebagai media penyuluhan pertanian dan mendorong petani untuk mengembangkan menjadi penangkar benih
    3. Partisipasi petani dalam pembuatan media Penyuluhan Pertanian misalnya petani yang senang mengumpulkan berbagai hama tanaman dapat dimanfaatkan dalam membuat insektarium.
    4. Penampilan lembaga-lembaga yang terkait dengan kegiatan penyuluhan pertanian misalnya Balai Benih dan lain-lain, apabila penataan lingkungannya baik maka sekaligus dapat berfungsi sebagai percontohan/sebagai media penyuluhan pertanian.
Bahwa  tidak semua media penyuluhan pertanian dapatdibuat sendiri oleh penyuluh, namun pembuatan media penyuluhan pertanian yangsederhana dan praktis untuk digunakan adalah perlu. Untuk itu Penyuluh Pertanianharus kreatif, mempunyai kemampuan dan keterampilan membuat media penyuluhanpertanian tersebut.
2.    Beberapa Petunjuk Umum dalam persiapan pembuatan mediapenyuluhan pertanian.
a.  Memenuhi persyaratan media antaralain :
– Adanya pesanyang jelas, menarik perhatian
– Mudahdimengerti, mendorong untuk menerapkannya.
b.  Keterampilan merancang antaralain : membuat gambar, skets, grafik, bagan dan sebagainya.
c.   Keterampilam menata gambardengan memperhatikan.
  – Kesederhanaan , tonjolkan gambar/hal yangpenting   saja.
  – Keseimbangan antara gambar dan kata-kata.
  – Keserasian/harmonis.
  – Menonjolkan pusat perhatian
  – Irama atau aliran gerak yang serasi.
d.   Keterampilan menyusun naskah danmembuat skenario.
–  Naskah ilmiah semimpopuler, ilmiah populerdan tulisan populer.
–  Skenariopembuatan slide, rekaman dan lain-lain. Sebaiknya menggunakan bahasa indonesiayang baik dan benar.
e.  Menyediakan alat dan bahan yangdiperlukan antara lain
     – Alat gambar
     – Alat pembuat huruf, alat danbahan khusus menurut jenis media yang akan dibuat.
3. Membuat Beberapa MediaPenyuluhan Pertanian
a.  Siaran Radio
SiaranRadio adalah Media Audio yang hanya mengandalkan bunyi dan suara untukmenyampaikan informasi dan pesan. Program audio akan sangat efektif bila denganmenggunakan bunyi dan suara kita dapat merangsang pendengar untuk menggunakandaya imajinasinya sehingga ia dapat mengvisualkan pesan-pesan yang ingindisampaikan.
         
Kelebihanpenggunaan siaran radio: 
1.    Menyebarluaskan inovasi/teknologi kepada masyarakat secara luas
2.    Menarikperhatian masyarakat adanya teknologi atau inovasi
3.    Mendorongpetani dan masyarakat luas untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya
4.    Memberikanhiburan kepada masyarakat khususnya petani dan keluarganya
b. Prosedur Membuat Siaran Radio
1) Tahap Pra – Produksi Informasi
a)    Pemilihan topikyang tepat
b)     Penentuanbentuk siaran yang sesuai
c)      Pengumpulanbahan siaran
d)     Pembagian tugasdan tanggung jawab tim
–  produser                                     – sutradara     
–  penulis naskah                             -narator, dsb.
e)    Pengumpulan data
f)      Persiapan perangkat-perangkat untuk penayangan
2)  Tahap Produksi Informasi
a)    pengolahan data
b)    pengambilan gambar
c)     penyusunan naskah jadi
3)  Tahap Pasca Produksi Informasi
a)    Editing
b)    Penyerahan ke bagian penyiaran(studio)
4. Tindak lanjut
     a. Bimbinganpenyuluh untuk menumbuhkan kelompok pemirsa
     b.Mendorongan anggota kelompok untuk membiasakan melihat siaran tv
     c.Mendorong anggota kelompok untuk melakukan diskusi
     d.Memberikan bahan penunjang kepada kelompok misalnya bahan cetak
     e.Melakukan acara kunjungan
     f.Mengikutsertaan kelompok untuk mengisi siaran
     g.Mengadakan lomba / kontes, sayembara, dsb.
     h. Membimbing petani dankeluarganya untuk menetapkan inovasi/teknologi  yang  disiarkan lewat tv
     i. Mendorong sasaran  untuk memberikan umpan balik terhadap siarantv,  misalnya mengirim surat, telephon,dsb.
Adapun Format/bentuk siaran pedesaan di radio yaitu:
1.    Uraian
Bentuk uraian merupakan dasar dari semuabentuk acara radio. Sifat hakikinya adalah pembicaraan untuk memberi penjelasanatau menguraikan, mengupas sesuatu masalah agar mudah dimengerti. Bentuk uraianini tidak memerlukan sound effect yang berperan adalah penulis naskahdan pembaca saja. Prinsip membuat uraian adalah uraiannya sederhana, singkatdan bersifat akrab.
2.    Berita
Berita adalah sesuatu yang disajikan tepatwaktunya dan menarik perhatian orang banyak. lsinya tentang segala hal diseputar pedesaan atau yang menyangkut kepentingan masyarakat desa. Dalammembuat berita pedesaan, isinya harus lengkap, memenuhi syarat 5W+1H (Who,What, When, Where, Why, How). Cara penulisan berita sama dengan carapenulisan di media massa yaitu yang menjadi pokok bahasan diletakkan di bagianatas, yang diikuti dengan penjelasan dari pokok bahasan (mengikuti azaspenulisan piramida terbalik)
3.    Laporan Pasar
Laporan pasar adalah berita mengenai hargapenjualan/pembelian hasil pertanian, sarana produksi pertanian sertakemungkinan harga dan persediaan produk sifatnya lokal. Lebih baik disertaidengan ulasan dan tinjauan, sehingga beritanya menarik bagi pendengar. Perludiperhatikan, laporan pasar harus tepat, dapat dipercaya, pasti (tidakkira-kira), disampaikan secara teratur. Hal-hal lain yang dapat mempengaruhiharga bisa digunakan seperti keadaan cuaca, bencana alam, hambatantransportasi, dll.
4.    Laporan
Laporan adalah semacam berita dalam bentukuraian. Perbedaannya dengan uraian, laporan tidak mengandung opini pribadi,berupa informasi detail tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi. Uraianlaporan biasanya disiarkan selama 5 (lima) sampai 15 menit.
5.    Reportase
Reportase adalah laporan seorang reportertentang suatu peristiwa yang sedang berlangsung dan merupakan pemberitaanlangsung dari tangan pertama, biasa disebut sebagai laporan pandangan mata.Dalam reportase kita membuat seolah-olah mengundang pendengar untuk bersamamenyaksikan kejadian yang sedang berlangsung.
6.    Dialog/Obrolan
Dialog/obrolan adalah percakapan dua pihak tentang suatumasalah yang ditinjau dari sudut pandang berbeda, merupakan tukar pendapat atautukar pandangan.
Ciri utama dalam dialog adalah tidak ada  pimpinan atau moderator, arahannya terterapada naskahnya. Kedua tokoh yang berdialog sama kedudukannya. Persamaan bukanditinjau dari jabatan, tetapi dari pengalaman atau keahlian, Perbedaan pendapatterjadi karena masing­masing meninjau dari sudut pandang berlainan.
7.    Wawancara
Wawancara adalah percakapan antara dua pihak yang berbedakedudukan atau fungsi. Pihak pertama sebagai penanya/pewawancara (interviewer).Kedudukan yang diwawancarai lebih penting. Sebagai pewawancara tugasnyamenggali sejauh mungkin informasi dari yang diwawancarai. Kegiatan wawancaradapat direkam dulu atau langsung. Terdapat perbedaan antara wawancara dengandiskusi. Pada wawancara, yang diwawancarai hanya menjawab pertanyaanpewawancara. Sedang dalam diskusi para peserta dapat sating berkomunikasi.
8.    Diskusi
Diskusi adalah pembicaraan yang mengandung maknamempertentangkan pernyataan-pernyataan dari orang-orang tertentu tentang suatumasalah/pandangan/pendapat/gagasan. Para peserta diskusi bisa sebagai orangtertentu, bisa seorang ahli, seorang awam yang punya pandangan/pendapat/gagasanyang saling berbeda. Dalam diskusi memberi kesempatan untuk tukar menukar dansekaligus menguji gagasan-gagasan sehingga makna yang paling dalam dari diskusiadalah merangsang orang untuk berfikir.
9.    Feature
Feature adalah bentuk acara mengenai satu masalah tertentuyang sedang hangat, disajikan dengan menggunakan berbagai bentuk acara yang dirangkaisecara menarik dan sederhana. Pembahasan informasi/masalah dalam featuredibahas mendalam, disajikan tanggapan dari berbagai pihak, berbagai suasanatermasuk ilustrasi musik/bunyi-bunyi disusun dalam rangkaian yang logis danmenyatu.
10. Majalah Udara
Majalah udara adalah bentuk acara mengenai berbagaimasalah, disajikan dengan menggunakan berbagai bentuk acara sehingga featuredan majalah udara penyajiannya sama, hanya masalah yang dibahas dalam majalahberbagai macam masalah yang berbeda. Akibatnya bahasan dalam majalah udaratidak mendalam
Perbedaan Feature dan Majalahudara:
Judul: Pemberantasan Hama Tikus
Feature
Majalah Udara
1
Musik pembuka
1
Tanda Pengenal
2
Musik perangkai
2
Berita Pedesaan
3
Musik Perangkai
3
Musik
4
Laporan Pandangan Mata Pemberantasan Tikus
4
Laporan Pemberantasan Tikus
5
Penuturan
5
Penuturan
6
Musik
6
Musik
7
Wawancara dengan Penyuluh tentang Serangan Tikus
7
Wawancara tentang Pengairan
8
Penuturan
8
Penuturan
9
Diskusi dengan Petani
9
Uraian tentang Pemeliharaan Ikan
10
Penuturan
10
Penuturan
11
Musik Perangkai
11
Musik
12
Uraian oleh seorang ahli (tentang serangan tikus)
12
Jawaban Surat
13
Penuturan
13
Tanda Pengenal
14
Musik Penutup
11.    Sandiwara (Drama)
Salah satu kegemaran orang Indonesia adalah senangmendengar cerita, karena itu bentuk acara sandiwara/drama banyak digemari.Dalam membuat sandiwara siaran pedesaan harus dipertimbangkan masalah apa yangcocok diangkat untuk masyarakat pedesaan. Masalah yang diangkat sebaiknya yangbisa menimbulkan perdebatan yang diungkapkan melalui karakter-karakterpemerannya.
Dengan demikian dalam membuat naskah sandiwara harus dapatmenggambarkan atau mengangkat konflik sebagaimana yang dialami kita sendiri,diramu menjadi kisah yang menarik, struktur ceritanya jangan mendatar, usahakansemula datar, naik menghangat lalu turun lagi.
12. Surat Menyurat
Surat menyurat selain lewat pos,dapat juga melalui media SMS dan internet.Ruang jawaban surat, dimaksudkanuntuk memelihara dan membina hubungan antara pendengar dengan penyelenggarasiaran ,yang bertujuan  untukmenyelenggarakan komunikasi timbal balik. Surat yang masuk  , menunjukan bukti adanya umpan balik daripendengar, sedangkan isinya boleh jadi berupa pertanyaan, tanggapan, laporan,kritik dan sebagainya.Kiriman surat dari pendengar menunjukan adanya keakraban. Surat masuk tersebut harus dilayani dan diadministrasikan.
Contoh format naskah SiaranRadio
FORMAT NASKAH
Tema                     : Penanganan Pasca panen
Judul                      : Menurunkan kehilangan hasil dan meningkatkan mutu
Bentuk                    : Dialog
Waktu                    : 30 menit
Sasaran                  : Petani
Tanggal rekam/siaran : 23 Novemberl 2011
Naskah : Penyuluh supervisor
Produksi : BP4K
No
Pelaku, Jenis Musik/Sound Effect
Kalimat/bunyi yang direkam
1
Musik
Musik Pembuka (instrumentalia)
in – up – down – under/out
2
Penyiar
Saudara Pendengar……
Acara pada sore ini kita akan dengarkan dialog tentang pencegahan flu burung  dengan nara sumber kita seorang penyuluh pertanian .selamat mendengarkan
3
FX/Sound Effect/jinggle
4
Penyiar
Pa penyuluh apa yang melatar belakangi pentingnya penanganan pasca panen yang baik dan benar.
5
Penyuluh
Memang maslah ini perlu mendapat perhatian kita semua karena menurut
data Biro Pusat statistic Tahun 2009 mencapai  kehilangan hasil mencapai 21%.Hal ini sangat memprihatinkan kita , karena hal ini bila terus dibiarkan akan menggangu  ketahanan pangan kita. Penerapan teknis pasca panen yang kurang tepat, mulai saat  pemanenan,perontokan,pembersihan,pengeringan,penyimpanan,pengangkutan dan penggilingan akan mengakibatkan kehilangan kuantitatif (susut bobot) dan kehilangan kualitas (Susut mutu). Sejalan dengan kemajuan teknologi ,kehilangan hasil dapat  ditekan.dialog  berikut ini akan membuka wawasan  penanganan pasca panen secara efektif yang dapat menekan kehilangan hasil .
6
Penyiar
Bagaimana sistim pemanen yang dilakukan petani kita pada umumny pak.
No.
Penyuluh
           Sistem pemanenan di Indonesia yang berkembang saat ini yaitu sistim keroyokan dimana jumlah pemanen tidak terbatas,sistim ceblokan dimana pemanen dengan jumlah terbatas dan orang lain tidak boleh ikut.sebaiknya sistim pemanenan  sistim kelompok dimana pemanen terbatas dan dipimpin ketua pemanen. Dengan sistim kroyokan, karena tidk ada pembagian tugas yang jelas hingga banyak bulir padi yang tercecer atau hilang pada saat memotong, saat mengangkut dari lahan ke tempat pengumpul dan pada tempat pengumpulan, bila tidak dialasi terpal.
1.
Musik
2.
Penyiar
Bagaimana pak sistim pemanenan yang umum dilakukan di Indonesia ?
3.
Penyuluh
            Dalam sistim pemanenan padi pemanenan dan perontokan padi merupakan satu kesatuan .Perontokan bertujuan melepas butir-butir gabah dari malainya.Pada umumnya di Indonesia perontokan padi  dilakukan dengan cara diiles/diinjak,di pukul/gedig, banting/gebot dan menggunakan power treasher/pedhal treaser. Cara perontokan yang salah dapat menyebabkan kehilangan hasil.
4.
dst
12.
Penyiar
Saudara pendengar demikian tadi perbincangan kita dengan penyuluh pertanian seputar penanganan pasca panen.semoga bermanfaat bagi kita semua.
Kaidah menyampaikaninformasi di radio
Radio adalah suara(sound) media yang hanya bisa didengar (Auditif) suara (Voice) pula yang jadiaset terpenting seorang penyiar sebagai ujung tombak, front liner, sebuah radioyang berinteraksi langsung dengan pendengar.
Agar penyampaianinformasi dapat diterima dengan baik oleh sasaran, maka penyampaian informasiharus mempunyai:
Wawasan. Penyiarharus berwawasan agar siarannya hidup, dinamis, berisi, dan tidak monoton.Kosakata, varietas kata, improvisasi, hanya bisa dilakukan oleh penyiar yangberwawasan luas. Karena itu, banyak baca, jadilah orang yang haus pengetahuan!Dijamin, jika Anda berwawasan luas, takkan kehabisan kata-kata untuk berbicara.
Sense OfMusic Penyiar harus memiliki sense of music yangtinggi. Soalnya, tugas penyiar bukan hanya mutar lagu-­lagu, tapi mesti pahamjuga tentang jenis musik, alat musik, dan artisnya.
Sense Of Humor. Penyiar juga harushumoris, punya bakat menghibur. Bakat itu diperlukan karena profesi penyiarradio dituntut mampu menghibur pendengar. Lagi pula, radio identik denganhiburan (entertaintrnent).
BahasaTutur. Siaran harus menggunakan bahasa tutur, bahasa percakapan (conversationallanguage), demikian juga naskah berita atau iklan. Bahasa tutur yaitubahasa yang dipakai datam pergaulan sehari-hari yang mempunyai ciri khas: (a)kalimatnya sederhana, singkat, kurang lengkap, tidak banyak menggunakan katapenghubung; dan (b) menggunakan kata-kata yang lazim dipakai sehari-hari (spokenwords).
TampilkanSuara Terbaik dengan Rileks. Penyiar adalah “pemainsandiwara” (performer) dan menghadapi tantangan yang sama denganpenyanyi atau aktor. Begitu di atas pentas, di depan kamera, atau di belakang microphone,Anda tidak: akan dapat memberikan penampilan terbaik kecuali jika Andasantai (relax). Tenggorokan tercekik (tight throat), lehertegang, dan pundak yang kaku, akan membuat Anda tidak dapat mengeluarkan suaraterbaik.
Atur Nafas. Matilemas atau kekurangan nafas (suffocation) adalah penyebab kematian nomorsatu di kalangan penyiar. Banyak penyiar biasa terus menahan nafas setamabertutur. Nafas megap-megap tidak akan menghasitkan siaran yang bagus. Bernafassecara tepat adalah dasar siaran profesional. Naskah siaran harus memberikesempatan untuk bernafas. Ketika Anda membaca naskah, buatlah tanda di manaAnda akan mengambil nafas. Ikuti instruksi Anda sendiri dan bernafaslah saatAnda melihat tanda itu. Sikap badan yang baik dan dukungan dari diafragma Anda,akan membuat tiap nafas bekerja lebih lama bagi Anda. Anda bisa latih hal itudengan cara meratakan jari tangan dan tekan diafragma (rongga antara dada danperut). Ketika Anda mulai dengan suara rendah, tekan diafragma Anda dengantangan. Teknik ini akan memberi Anda kekuatan ekstra. Jauhkan mulut Anda dari microphonesaat menarik nafas. Jangan sampai tarikan nafas Anda mengudara.
Visualisasi. Penyiarradio berbicara kepada pendengar yang tidak terlihat. Secara simultan (bersamaan),sebagai penyiar Anda berbicara kepada tidak seorang pun (talk to no one) -karenatidak satu orang pendengar pun yang hadir secara fisik di depan Anda- dankepada setiap orang (talk to everyone), mungkin ribuan pendengar. ‘Talk toone and eveyone! Penyiar radio juga sering sendirian di ruang siaran, tidakada lawan bicara, hanya ditemani sejumlah “benda mati” – Karenanya,saat siaran, bayangkan Anda sedang berbicara pada seorang teman, atausekelompok kecil orang. Membayangkan adanya seorang pendengar di depan Anda,akan membantu Anda berkomunikasi secara alamiah, gaya ngobrol (conversationalway).
TentukanPitihan Kata! Di radio, Anda hanya punya satu kesempatan untuk membuatpendengar Anda mengerti yang Anda kemukakan. Di radio, yang dimiliki pendengarhanya suara Anda. Karena itu, saat menyampaikan sebuah informasi, putuskankata-kata mana yang menjadi kata kunci (key words) dan garis bawahi.Tiap kata memiliki nilai berbeda. Putuskan apa yang akan Anda tekankan, di manalagu kalimat (inflection) Anda akan menaik dan menurun, dan di mana Andaakan bernafas.
Konsentrasi. Jika Anda tidak mendengar apa yang Anda katakan,tidak ada orang lain yang akan mendengar. Siaran yang balk membutuhkankonsentrasi tingkat tinggi. Tidak mudah untuk mengatur nafas Anda, memvisualkanpendengar Anda, dan melaporkan cerita pada saat yang sama. Karena itu,relaksasi adalah kunci konsentrasi.
Latihan. Best voice requires experimentation. Seorangpenyiar harus menemukan suara terbaiknya dan ini butuh eksperimen. Jika Andapunya pilihan mikrofon, cobalah satu per satu untuk menemukan mike palingsesuai bagi Anda.
Bicara kepada satu orang. Bayangkan, pendengar itu satu orang!Orang yang baru pertama kali berbicara di radio, sering secara salahmemvisualkan pendengarnya – membayangkan bahwa pendengar itu ribuan. Padahal,orang yang mendengarkan itu dalam kelompok berjumlah satu orang (in group ofone).
Teman Akrab. Berbicaralah layaknya kepada teman akrab (intimatefriend). Lihat wajah teman Anda itu dalam “pikiran mata” (mind’seye) Anda.
Smile. Senyumlah, meski pendengar tidak melihat Anda. Berbicaradengan senyum, akan terasa hangat, ramah, friendly, di telinga pendengar.
Kontak Mata. Lakukan kontak mata! Pandanglah ia sekali-sekaliuntuk melakukan kontak mata (eye contact), meskipun hanya ada satu orangdi ruangan – Anda sendiri!
Gesture. Gunakan gerakan tubuh (gesture), meskipuntidak ada orang yang melihat Anda. Anda adatah aktor. Saat berbicara di depanumum (public speaking), jika Anda punya mike portable (mudahdibawa), bergerakkah mengitari panggung. Bayangkan Anda adalah seorang aktoryang sedang “mentas” di televisi.
Jeda. Jedalah untuk beberapa detik untuk membiarkan pesan Andasampai ke pendengar. Saat jeda, buatlah kontak mata. Anda juga bisa jeda jikamencari gagasan berikutnya.
Teknik Vokal. harus lancar bicara dengan kualitasvokal yang balk. Teknik vokal yang diperlukan antara lain kontrol suara (voicecontrol) selama siaran, meliputi pola titinada (pitch), kerasnyasuara (loudness), tempo (time), dan ) kadar suara (quality).
Diafragma. Kualitas suara yang diperlukan seorang penyiaradalah “suara perut”, suara yang keluar dari rongga badan antara dadadan perut -dikenal dengan sebutan “suara diafragma”. Jenis suara iniakan lebih bertenaga (powerful!), bulat, terdengar jelas, dan kerastanpa harus berteriak.
Intonasi. Intonasi (intonation) adalah nada suara,irama bicara, atau alunan nada dalam melafalkan kata-kata, sehingga tidak dataratau tidak monoton. Intonasi menentukan ada tidaknya antusiasme dan emosi dalamberbicara. Misalnya, mengucapkan “Bagus yal” dengan tersenyum dansemangat, akan berbeda dengan mengucapkannya dalam ekspresi wajah datar, bahkannada sinis. Latihan intonasi bisa dengan mengucapkan kata “Aduh”dengan berbagai ekspresi -sedih, kaget, sakit, hang, dan seterunya.
Aksentuasi. Aksentuasi (accentuation) adalah logat ataudialek. Lakukan penekanan (stressing) pada kata-kata tertentu yangdianggap penting. Misal, “Saat sakit, tindakan terbaik adalah dengan minumobat”: atau “Saat sakit, tindakan terbaik adatah dengan minumobat”: “Saat sakit, tindakan terbaik adatah dengan minum obat”.Aksentuasi dapat ditatih dengan cara menggunakan “konsep suku kata”.
Speed. Gunakan kecepatan (speed) dan kelambatan berbicarasecara bervariasi. Kecepatan berpengaruh pada kejelasan (clarity), jugadurasi. Apabila waktu siaran sudah mepet, kecepatan diperlukan.
Artikulasi (articulation), yaitu kejelasan pengucapankata-kata. Disebut juga pelafalan kata (pronounciation). Setiap kata yangdiucapkan harus jelas. misalkan harus beda antara ektrem dengan eksim.Seringkali, dijumpai kata atau istilah yang pengucapannya berbeda denganpenulisannya, utamanya kata-kata asing seperti “grand’ prix” (grongpri), atau nama-­nama orang Barat – “Tom Cruise” (Tom Cruz), George Bush(Jos Bus). dan banyak lagi.
Be Yourself. Keaslian (naturalness) suara harus keluar.Bicara jangan dibuat-buat. Anda harus menjadi diri sendiri, be yourself, tidakmeniru orang lain.
Ceria. Kelincahan (vitality) clatam berbicara sehinggadinamis dan penuh semangat, cheerful! Anda harus ceria selalu. Janganlemas, lunglai, nanti terkesan tidak mood, apalagi “judes”! Ingat,penyiar adalah penghibur, entertainer!
Hangat. Keramahtamahan (friendliness) sangat penting.Anda harus sopan, hangat, dan akrab. Penyiar profesional menjadi teman dekatbagi pendengar.
   b.  Membuataudio visual
   1. Pra Produksi
a)        Menentukan tema
b)        Metentukan cerita

Contoh  Sasaran Cerita: Anak-anak, Remaja, Dewasa,dan Umum.
                      Jenis Cerita: Drama (Tragedi,Komedi, Misteri, Laga, Melodrama, Sejarah, dll), Dokumenter (Adat Istiadat,Tempat Bersejarah, Biografi, dll), Propaganda (Layanan Masyarakat & LayananNiaga).
TemaCerita: Percintaan, Rumah Tangga, Perselingkuhan, Persahabatan, Petualangan,Kepahlawanan/Heroik, Balas Dendam, Keagamaan/Religi, dll.
Intisari Cerita/Premise: Sebuah kalimat semacam kata mutiara yang berisitentang isi cerita tersebut.
    c)  Melakukanobservasi
Observasi adalah pengamatan terhadap sebuah kasus untuk kebutuhanpenulisan skenario. Pengamatan yang dimaksud di sini bukan sebatas mengamatiatau melihat secara fisik dari dekat ataupun jauh, namun yang lebih pentingkita harus dapat menyelami dan ikut merasakan apa yang dirasakan oleh tokohtersebut.

d)Melakukan riset
Riset hampir sama dengan observasi, namun lebih diartikan penelitian yangsifatnya mencari data kebenaran tentang sesuatu hal. Riset ini biasanyadibutuhkan jika kita mendapatkan pesanan tulisan tentang hal-hal yangbertemakan sejarah atau memerlukan penyelidikan.
e)  Menulis sinopsis
Setelah seluruh hal tentang cerita, observasi, dan riset dipahami,langkah selanjutnya adalah membuat sinopsis
Sinopsis adalah ringkasan cerita. Namun dalam sebuah cerita film atausinetron, sinopsis bukan sekedar ringkasan cerita, melainkan sebuah ikhtisaryang memuat semua data dan informasi dalam skenario.
Contoh :
Pak gunadi   seorang ketua kelompoktani melakukan penanganan pasca panen (mulai panen  ,perontokan, pengangkutan,pengeringan,penyimpanan,dan penggilingan) masih belum sesuai ketentuan sehingga hasilnyamengalami penurunan hasil dan susut mutu.
Ia mempunyai seorang anak bernama lilies, dan lilislah yang memberisemangat pada ayahnya untuk mengikuti pertemuan kelompok
Saat pertemuan kelompok pak gunadi menyampaikan  Unek unek kekecewaanya kepada penyuluhpertanian. Akhirnya atas kesepakatan kelompok mereka sepakat berkunjung keBalai Besar Penelitian padi Sukamandi Badan Ltibang Kementrian pertanian .
Di Balai Besar Penelitian padi, Pak Gunadi beserta dengan keompoknya,serta penyuluh pertanian mendapai berbagai penjelasan tentang bagaimanamengurangi kehilangan dan penyusutan mutu . 
Pada musim panen berikutnya Pak Gunadi yang ditemani putrinya, danpenyuluh pertanian merasa senang karena hasil padi/gabah meningkat.
Secara diam diam penyuluh pertanian dan putri nya pak gunadi merasakankesenangannya lewat senyum dan pandangan mata keduanya dan pak Gunadi pun ikuttersenyum yang melihat putrinya berbagahagia dengan penyuluh pertanian.
f)   Menulis kerangka tokoh
Setelah selesai membuat sinopsis, praktik berikutnya adalah membuatkerangka tokoh dalam bentuk skema, yang menjelaskanhubungan antar tokoh yangada dalam skenario. Tokoh-tokoh yang ditampilkan sebaiknya dibatasi pada tokohsentral/utama dan pembantu utama saja.
g)     Menulis Profil Tokoh
Berdasarkan kerangka tokoh yang telah dibuat, kita akan membuat ProfilTokoh satu persatu dari tokoh yang akan ditampilkan. Profil Tokoh ini seringdisebut dengan karakter tokoh, namun istilah karakter tokoh sengaja tidak sayapakai karena penjabaran saya tidak sebatas pada karakter tapi juga fisik danlatar belakang tokoh, yaitu:
NamaTokoh
Tipologi Tokoh (Tipe Fisik= Piknis, Leptosom, Atletis, Displastis dan TipePsikis= Sanguinis, melankolis, Koleris, Flegmatis.)
Status Tokoh (Sudah menikah atau belum)
Agama Tokoh (Bila untuk cerita religi)
Profesi dan Jabatan Tokoh
Ciri Khusus Tokoh (Ciri Fisik & Ciri Kelakuan)
h) Treatment
        Pengembangan jalan cerita darisebuah sinopsis yang di dalamnya berisi plot secara detail namun cukup padat.
         Treatment bisa diartikan sebagai kerangka skenario yangtugasnya membuat sketsa dari penataan konstruksi dramatik.
        Dalam bentuk sketsa ini kita akan mudah memindah-mindahkan letak urutanperistiwa agar benar-benar tepat.
        mudah memindah-mindahkan letak urutanperistiwa agar benar-benar tepat.
        Bahasa yang digunakan bahasavisual (bila orang membaca akan tergambar moment visual
        Mengarahkan situasi cerita, penampilan visual dalam bentuk tulisan
    Treatmenakan menjawab
        Sudahkah disusun sekuens untuk cerita yang baik
        Jalankan ide anda ?
        Apakah sekuens yang disusun telah memenuhi kebutuhan waktu
        Apakah ada isi cerita yang tercecer?
i)  Membuat skenario
        Skenario adalah naskah cerita yang sudah lengkapdengan deskripsi dan dialog, telah matang, dan siap digarap dalam bentuk visual
        Sebaiknya bahasa yang digunakanpada dialog dalam skenario bukanlah bahasa buku, melainkan bahasa lisan yangbiasa digunakan sehari-hari, kecuali pada deskripsi visual
Hal pentingdalam menulis skenario:
*) Jangan sampai lupaunsur-unsur dramatik.
*) Dialogjangan verbal.
*) Plot janganmelebar ke hal-hal yang tidak perlu.
*) Hubungan antar tokoh harus jelas.
*) Grafik cerita yang dibangun jangan sampai kendur.
j)  Memformat skenario
Format Skenario atau teknik penyusunan skenario, bisa berbeda-bedatergantung gaya dan selera penulis skenario. Meski dari isi tidak banyak yangberbeda, format skenario memuat hal-hal sebagai berikut:
JudulScene.
*) Nama Pemeran.
*) Deskripsi Visual.
*) Tokoh Dialog.
*) Beat/Irama/Tempo.
*) Dialog (Siapa yg berdialog? Dengan siapa dia berdialog? Apa latarbelakangnya? Di mana berdialognya? Suasanan hatinya bagaimana? Apa tujuandialog tersebut?
Dsb.)
*) Transisi.
2. Produksi :
a.     Hunting
b.    Shoting
c.     Cheking
d.  Shoting ulang
3.  Pasca Produksi :
a.      Procesing
b.     Editing
contoh format naskah Film
 “PELUNCURAN KAPAL SELAM KAYU PATI UNUS”
(Cuplikan: Misbach Y. Biran)
Skuens 1
Ext. Depan Kompleks
Galangan Kapal – Pagi
1.     CU. Bendera Merah Putih berkibar megah
ZOOM OUT PELAHAN
Berdikit-dikit muncul hiasan umbul-umbul dan sebagainya sehingga akhirnya namak Estabilishing shot dari bagian depan galangan kapal yang nampak penuh kegembiraan dan kemeriahan.
2.     FULL VIEW (angle lain)
Depan galangan kapal dari angle yang menampilkan kemegahan.
3.     CU Papan Nama galangan kapal. ZOOM IN to CU tulisan “Laut Jaya”.
          OS MUSIK. Lagu, ars gembira sedang dimainkan oleh Corp music AL di tempat upacara.
          KOMENTAR : Hari ini, Selasa Kliwon tanggal 12 Oktober 1976, di tempat ini akan dibuka lembaran sejarah baru.
          KOMENTAR : Sejarah baru Alam dunia perkapalan.
          KOMENTAR : Di galangan kapal “Laut Jaya” ini.
Skuens1
Ext.Tempat Peluncuran – Pagi
1.     FULL VIEW (high angle)
Kapal “Pati Unus”.
          KOMENTAR : …. Akan diluncurkan kapal yang berani, kapal selam yang terbuat dari kayu.
P E N U T U P
Denganmemahami masing-masing jenis media penyuluhan serta memahami keunggulan dankelemahannya, diharapkan media yang dihasilkan akan lebih bermanfaat dalamproses belajar.
          Selain itu dalam mempersiapkan media penyuluhan perlumemperhatikan
1.    Tujuan yang hendak dicapai, apakah untuk memberitahu,untuk mengingatkan atau untuk meyakinkan akan sesuatu hal.
2.    Karakteristik media dan tingkat intelektualitas sasarandan kemampuan penerimaan sasaran.
3.    Kemampuan mengoperasikan pealatan, bila media yangbersangkutan memerlukan peralatan untuk mengoperasikannya.
4.    Ketersediaan biaya.
5.    Ketersediaan sarana pendukung.
DAFTAR PUSTAKA

DepartemenPertanian. 1982. Alat Peraga dalam Penyuluhan Pertanian. Jakarta.
Garnadi,A. 1997. Penggunaan Visual Aid dalam Penyuluhan Pertanian. DirektoratPenyuluhan Pertanian. Jakarta
Sadiman, A.S. 1990. Media Pendidikan. Cv. RajawaliCitra. Jakarta.
Sudjana, N. dan A. Rivai. 1990. Media Pengajaran.Sinar Baru. Bandung
Padmo, S. 2000. MediaPenyuluhan Pertanian dan komunikasi . Departemen Pertanian. Jakarta
PusatManajemen Pengembangan SDM Pertanian 2001. Buku 1 Media Visual dalam Pelatihandan Penyuluhan. Ciawi.
PusatManajemen Pengembangan SDM Pertanian. 2001. Buku 2 Media Visual dalam Pelatihandan Penyuluhan. Ciawi.
 Widodo, S dan Nuraeni. I. 2006. MediaPenyuluhan Pertanian. Universitas Terbuka. Jakarta

Sumber Tulisan : Bahan Diklat Sertifikasi Penyuluh Pertanian Level Supervisor Bapeltan Jambi 2011 
http://budidarma.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *