Layu Bakteri Pada Jahe

Posted on

Layu Bakteri Pada Jahe

Jahe diduga berasal dari India, tanaman ini banyak dibudidayakan di Indonesia karena akar rimpangnya (akar tinggalnya) dapat digunakan sebagai bumbu, bahan jamu, dan manisan, sedangkan minyaknya untuk penyedap masakan dan industri parfum. Selain untuk keperluan dalam negeri, jahe juga merupakan bahan ekspor bagi Indonesia. Tanaman ini banyak ditanam di pekarangan dan di ladang.

 

Layu bakteriĀ merupakan salah satu penyakit yang menyerang tanaman jahe. Penyakit ini merupakan penyakit yang cukup penting pada jahe di Indonesia. Gejala-gejala yang nampak yaitu daun-daun bawah menjadi kuning dan layu, yang cepat meluas ke atas. Pada tingkat yang lebih lanjut pangkal batang palsu menjadi kebasah-basahan dan mudah patah dari akar rimpangnya. Berkas pembuluh menjadi coklat tua atau hitam. Jika dipotong batang palsu dan akar rimpang akan mengeluarkan lendir yang seperti susu. Penyebab penyakit layu bakteri ialahPseudomonas solanacearum. Bakteri ini dapat bertahan lama di dalam tanah, khususnya jika sebelumnya di lahan tersebut ditanami tanaman yang rentan. Di dalam pertanaman penyakit ini dapat berkembang dengan cepat. Dari beberapa tanaman yang sakit dalam waktu beberapa minggu penyakit dapat menyebar pada suatu areal yang luas. Umumnya penyakit ini terdapat pada tanamanĀ  muda yang berumur 3-4 bulan.
Pengendalian penyakit layu bakteri dapat dilakukan dengan menam jahe di lahan yang belum terinfeksiĀ Pseudomonas solanacearum, atau lahan yang selama 3-5 tahun tidak ditanami dengan tanaman yang dapat menjadi inang bekteri tersebut. Di daerah yang telah terinfeksi dilakukan pergiliran tanaman (rotasi) dengan padi, jagung, atau mentimun. Selain itu, untuk mengandalikan penyakit ini dilakukan dengan menggunakan bibit yang sehat ketika awal penanaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *