TERNAK SAPI POTONG

Posted on

TERNAK SAPI POTONG

 

Keutamaan Beternak Sapi Potong/ Daging

Ternak sapi potong mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Hal ini disebabkan karena ternak sapi mempunyai beberapa fungsi antara lain:
1.       Sebagai sumber protein hewani yang berkualitas tinggi
2.       Sebagai sumber tenaga kerja
3.       Sebagai alat transportasi
4.       Sumber pupuk kandang
5.       Sebagai tabungan yang sewaktu-waktu bisa dijual
6.       Sebagai sumber bahan baku industri
7.       Sebagai hewan yang dibutuhkan dalam upacara keagamaan
Melihat Fungsinya yang begitu besar, maka sepatutnya ternak sapi mendapat perhatian supaya populasinya tetap terjaga. Dewasa ini populasi sapi potong cenderung menurun dari tahun ke tahun sehingga terjadi kekurangan populasi dalam negeri, sehingga terpaksa harus diimport dalam jumlah yang cukup besar.
Ada beberapa bangsa sapi potong/daging yang dapat ditemukan di Indonesia antara lain: Sapi Bali, Sapi Madura, Sapi Onggole dan Sapi Brahman. Di samping itu ada beberapa bangsa sapi potong yang sudah diimport ke Indonesia baik sebagai ternak hidup maupun dalam bentuk semen (mani) beku untuk disilangkan dengan ternak-ternak lokal. Sapi-sapi tersebut antara lain: sapi Limousin, sapi Aberden angus, sapi Shorthorn, sapi Hereford dll.
 
Memelihara sapi potong merupakan usaha tani yang cukup menguntungkan. Sebagai ilustrasi, usaha penggemukan sapi Bali. Dengan pakan sederhana pertambahan berat badan 0,5 kg/ekor/hari. Jika harga berat hidup @ Rp. 25.000/kg maka kita bisa memperoleh keuntungan Rp. 12.500/ekor/hari atau Rp 375.000/ekor/bulan.
2. Pemeliharaan Ternak Sapi Potong/ Daging
     
a. Pemilihan Ternak
          Langkah pertama adalah menentukan jenis sapi potong yang akan dipelihara, bangsa sapi lokal (sapi Bali, sapi Madura, dll.) atau Import  (sapi Limousin, sapi Brahman, sapi Shorthorn, dll.). Faktor utama yang perlu dipertimbangkan adalah sarana dan prasarana yang dimiliki. Memelihara sapi lokal memerlukan sarana dan prasarana yang lebih sederahana dibandingkan dengan jika memelihara sapi import
Setelah menentukan jenis sapi yang akan dipelihara, maka langkah selanjutnya adalah menentukan bibit unggul dengan kriteria sebagai berikut:
          Pertumbuhan sapi sesuai dengan umurnya.
          Bentuk tubuh yang seimbang.
          Telah diketahui sifat baiknya.
          Pandai mengasuh anak waktu melahirkan.
          Dapat beradaptasi dengan lingkungan sekitar.
b. Kandang Sapi
Daerah yang padang rumputnya masih luas, sapi-sapi masih bisa dipelihara secara ekstensif (dibiarkan berkeliaran di padang rumput mencari pakan sendiri tanpa diberi fasilitas kandang sapi). Namun bagi daerah yang lahan untuk ternak sudah sangat terbatas, fungsi kangdang sangat penting untuk memudahkan pemeliharaan tanpa kandang sangat penting untuk memudahkan pemeliharaan tanpa menggangu kepentingan manusia, Persyaratan kandang sapi sbb. :
          Terbuat dari bahan-bahan yang murah tetapi kuat
          Terang dan fentilasinya bagus
          Atap genting/rumbiah/lalang
          Lantai sebaiknya disemen atau dipadatkan
          Ukuran kandang disesuaikan dengan jenis dan jumlah sapi yang dipelihara. Seekor betina membutuhkan kandang seluas 3,5 meter2 (1,4 – 1,6m   x   1,8 – 2m). Sedangkan untuk sapi jantan seluas 12 m2  dan untuk pedet 1,2 m2. Luasan ini masing-masing sudah termasuk tempat makan dan minum.
      c. Pakan Sapi
      Pemberian pakan pada sapi harus disesuaikan dengan umur (pedet atau dewasa) dan tujuan              pemeliharaannya (pejantan, induk atau penggemukan). Kebutuhan pakan sapi sekitar 3% dari berat          hidupnya. Makanan utama sapi adalah rumput hijau/ segar dan rumput kering atau jerami. Selain            hijauan ini sapi juga membutuhkan pakan  tambahan atau konsentrat, terutama jika sapi tersebut                dalam pertumbuhan dan menyusui.
          Pemeliharaan pedet: Pemberian makanan pedet secara berangsur-angsur harus ditambah         jumlahnya. Sampai umur 1 bulan sebaiknya induknya masih diberi konsentrat 3kg/hari. Setelah pedet  umur 1 bln, mulai diberi konsentrat 0,25kg/hr dan secara berangsur-angsur tiap bulan ditambah             0,25kg/hr sehingga menjelang disapih umur 6 bulan mencapai 1kg/hari.
          Pemeliharaan pejantan: Pejantan sebaiknya diberi tempat olahraga atau latihan sehingga kondisi kesehatannya tetap terjaga. Diberi konsentrat 3kg/hari dan rumput sekitar 30-40 kg/hari.
          Penggemukan sapi: Pemeliharaan ternak sapi yang ditujukan mempercepat kenaikan berat badan. Ada beberapa metoda yang biasanya digunakan untuk penggemukan yakni:
a.    Pasture feattening: Sapi-sapi dibiarkan merumput pada padang rumput yang kualitasnya tinggi sehingga tidak perlu ada konsentrat
b.    Dry lot fattening: Pemberian makanan dalam kandang yang mengutamakan pemberian biji-bijian (jagung dan kacang-kacangan)
c.     Kombinasi dry lot dan pasture fattening.
      d. Penyakit Sapi
      Untuk mencegah terjadinya penyakit maka perlu langkah-langkah:
       Bila hendak memasukan sapi baru kedalam kelompok yang ada, pilihlah sapi yang sehat.
       Air tergenang harus segera dialirkan dan dikeringkan
       Pisahkan sapi-sapi yang dicurigai sakit
       Adakan testing regular terhadap penyakit-penyakit tertentu seperti brucellosis
       Adakan program vaksinasi
       Adakan inspeksi terhadap peralatan kandang secara teratur
       Luka-luka segera diobati
       lakukan penyemprotan terhadap parasit eksternal.
3.   Pengembangbiakan Ternak Sapi Potong/Pedaging
Untuk memudahkan penanganan ternak maka kelahiran anak dengan umur relatif bersamaan perlu diupayakan. Oleh sebab itu musim kawin perlu diatur hanya terjadi sekitar 4 bulan saja. Selama 4 bulan ini sekitar 80% ternak sudah bunting. Bila perkawinan alam, tugas mencari betina yang di berahi dilakukan oleh jantan sendiri. Namun jika perkawinan dengan memakai tehnik inseminasi buatan (IB), maka deteksi berahi dilakukan oleh petani atau inseminator. Tanda-tanda berahi yang sering nampak adalah: gelisah, keluar lendir dari vagina, diam bila dinaiki. Berahi ini biasanya berlangsung singkat yakni sekitar 24 jam. Bila tidak dikawinkan, maka berahi ini akan terulang lagi sekitar 3 minggu kemudian. Lama kebuntingan sekitar 285 hari. Munculnya pubertas sekitar umut 8-12 tahun. Sebaiknya ternak betina dikawinkan jika telah mencapai dewasa tubuh.
Perkawinan menggunakan tehnik IB mempunyai beberapa keunggulan jika dibanding dengan kawin alam antara lain:
     Mengurangi biaya pemeliharaan pejantan
     Memperoleh keturunan ternak yang kualitas genetisnya tinggi
     Memungkinkan terjadinya perkawinan yang berbeda ukuran tubuhnya
     Memungkinkan perkawinan antara ternak lokal dengan pejantan impor melalui impor semen beku
     Menghindari inbreeding

Hasil penelusuran:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *