MENYUSUN MATERI PENYULUHAN PERTANIAN

Posted on
MENYUSUN MATERI PENYULUHAN PERTANIAN
1.        Latar Belakang
Salah satukegiatan dalam penyelenggaraan penyuluhan pertanian adalah penyampaianinformasi dan teknologi pertanian kepada penggunanya. Informasi dan teknologipertanian tersebut sering kita sebut sebagai pesan penyuluhan atau materipenyuluhan pertanian. Materi penyuluhan pertanian yang akan  disampaikan penyuluh kepada pelaku utama danpelaku usaha pertanian diharapkan dapat memberikan dampak yang positif kepadapeningkatan kesejahteraan masyarakat. Oleh karenanya didalam memilih materipenyuluhan haruslah benar-benar sesuai dengan kebutuhan sasaran dalam hal inipelaku utama dan pelaku usaha pertanian. Oleh karena itu maka materi penyuluhanpertanian yang akan disampaikan kepada pelaku utama dan pelaku usaha pertaniantersebut harus diverifikasi terlebih dahulu oleh instansi yang berwenang dibidang penyuluhan pertanian. Verifikasi materi penyuluhan pertanian tersebutdimaksudkan untuk mencegah terjadinya kerugian sosial ekonomi, lingkungan hidupdan kesehatan masyarakat. Dengan demikian materi penyuluhan pertanian yangbelum diverifikasi dilarang untuk disampaikan kepada pelaku utama dan pelakuusaha pertanian.
2.        Tinjauan Umum MateriPenyuluhan Pertanian
a.     Pengertian
Menurut pengertian bahasa materi berarti segala sesuatu yangtampak. Dalam pengertian yang lebih luas materi sering diartikan sesuatu yangmenjadi bahan untuk diujikan, dipikirkan, dibicarakan, dikarangkan, ataudisampaikan. Dibidang penyuluhanpertanian materi penyuluhan diartikan sebagai pesan yang akan disampaikanoleh penyuluh kepada sasaran penyuluhan. Pesan penyuluhan dapat berupa pesankognitif, afektif, psikomotorik maupun pesan kreatif. Pesan penyuluhan ada yangbersifat anjuran (persuasif),larangan (instruktif), pemberitahuan(informatif) dan hiburan (entertainment). Dalam bahasa teknis penyuluhan, materi penyuluhanseringkali disebut sebagai informasi pertanian (suatu data/bahan yangdiperlukan penyuluh, petani-nelayan, dan masyarakat tani). Materipenyuluhan antara lain dapat berbentuk pengalaman misalnya pengalamanpetani yang sukses mengembangkan komoditas tertentu, hasil pengujian/hasilpenelitian, keterangan pasar atau kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.  Menurut UU Nomor 16 Tahun 2006 tentang SistemPenyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, materi penyuluhan pertaniandidefinisikan sebagai bahan penyuluhanyang akan  disampaikan oleh para penyuluhkepada pelaku utama dan pelaku usaha dalam berbagai bentuk yang meliputiinformasi, teknologi, rekayasa sosial, manajemen, ekonomi, hukum, dan kelestarianlingkungan.
b.     Tujuan
Materipenyuluhan pertanian dibuat untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan pelakuutama dan pelaku usaha pertanian dengan memperhatikan pemanfaatan danpelestarian sumberdaya pertanian.  Karena itu materi penyuluhan pertanian yangakan disampaikan kepada pelaku utama dan pelaku usaha pertanian tersebut harusdiverifikasi terlebih dahulu oleh instansi yang berwenang di bidang penyuluhanpertanian. Verifikasi materi penyuluhan pertanian tersebut dimaksudkan untukmencegah terjadinya kerugian sosial ekonomi, lingkungan hidup dan kesehatanmasyarakat. Dengan demikian materi penyuluhan pertanian yang belumdiverifikasi dilarang untuk disampaikan kepada pelaku utama dan pelaku usahapertanian.
c.      Ruang Lingkup
Dalamproses komunikasi antara penyuluh dengan sasaran, penyuluh pertanian akanmenyampaikan segala sesuatu yang menyangkut ilmu (teori) dan teknologi(praktis) pertanian, kesemuanya itu disebut materi penyuluhan. Dapat dikatakanbahwa materi penyuluhan pertanian adalah segala isi (content) yang terkandung dalam setiap kegiatan penyuluhan pertanian(Samsudin, 1987 dan Kartasapoetra, 1988). Jadi, ilmu sebagai materi penyuluhan yang disampaikan kepada petanidapat berupa pengetahuan, misalnya pemberian informasi tentang perkembanganpertanian, atau informasi tentang varietas dari suatu komoditi yang sifatnyahanya untuk diketahui, sedangkan yang bersifat praktis, misalnya materi tentangbudidaya tanaman seperti, cara memilih benih, cara mengolah tanah, caramemupuk, atau dalam bidang peternakan, seperti cara melakukan vaksinasi,pembuatan pakan dan teknologi yang berhubungan dengan kegiatan petani.  Dengan demikian, informasi teori sifatnyamemberikan motivasi, merangsang, dan memperluas wawasan petani terhadapperkembangan dunia luar, sedangkan informasi teknologi menyangkut cara-carayang sifatnya membimbing dan mengajarkan petani agar terampil mengerjakanmateri yang disampaikan dalam kegiatan penyuluhan.  Secara rinci bahan atau materi penyuluhanpertanian yang akan disampaikan kepada pelaku utama dan pelaku usaha pertanianmeliputi:
·        Segala informasi pertanian yang mencakup :
1)   Pengalaman praktek para petani yang “lebih”berhasil baik dari wilayah yang bersangkutan maupun dari luar wilayahnya yangmempunyai kondisi agroklimat yang (hampir) serupa;
2)   hasil-hasil pengujian, terutama dari pengujian lokal (local verification trials);
3)   Saran rekomendasi yang telah ditetapkan oleh instansiyang berwenang;
4)   Keterangan pasar seperti : catatan harga hasil-hasilpertanian, penawaran dan atau permintaan akan sarana produksi dan hasil-hasilpertanian, dan lain-lain;
5)   Berbagai kebijaksanaan dan atau peraturan-peraturan yangdikeluarkan oleh pemerintah pusat dan daerah setempat yang berkaitan dengansektor pertanian seperti kebijaksanaan harga-dasar, peraturan tentangpermohonan dan pengembalian kredit, dan lain-lain.
·        Latihan keterampilan tentang :
1)    teknis pertanian seperti penggunaan alat-alat/mesinpertanian, teknik/cara memupuk, menggunakan sprayer, dan lain-lain;
2)    mengelola usahatani berupa mengerjakan soal-soal latihananalisa usahatani, pengumpulan informasi pasar dan lain-lain.
·        Dorongandan atau rangsangan menuju swakarsa, swakarya, dan swadaya masyarakat berupa :
1)    perlunya berusahatani secara berkelompok, pembentukanorganisasi dan atau lembaga-Iembaga pelayanan seperti koperasi, kios produksi,perkreditan, transportasi, dan lain-lain;
2)    menciptakan berbagai kemudahan fasilitas yang diperlukanseperti penyediaan alat-alat/mesin pertanian, perlengkapan rumah-tangga untukyang punya hajat, dan lain-lain.
Ditinjaudari subject-matter (materi pokok)yang harus diberikan sebagai bahan penyuluhan pertanian, pada dasarnya materipenyuluhan pertanian dapat dikelompokkan dalam:
·        llmuTeknik Pertanian yang tidak hanya mencakup mengenai apa yang harusdilakukan, tetapi juga mengapa, bagaimana, kapan dan di mana harusdilaksanakan. Materi yang diberikan harus dlkaitkan dengan pengalaman yangdimiliki petani setempat dan harus disertai kepercayaan kepadarealitas-realitas yang ditemui di lapangan. Termasuk dalam materi tentangteknik pertanian adalah :
1)    kegiatan pra panen yang meliputi: (a) pola bertanam danteknik pertanamannya. (b) pemupukan yang efektif. (c) pemanfaatan air secaraefisien. (d) perlindungan tanaman secara terpadu dengan menerapkan teori ambangekonomi. (e) penggunaan varietasunggul;
2)    kegiatan pascapanen meliputi : (a) panen perontokan (b) pengangkutan (c) pengeringan (d)pengolahan dan (e) penyimpanan.
·        Ilmu Ekonomi Pertanian yang terutama diarahkan kepada usaha pengelolaanusahatani yang lebih bermanfaat secara ekonomis maupun non ekonomis.  Termasuk dalam materi ilmu ekonomi pertanianadalah :
1)    pengelolaanusahatani yang lebih efisien dengan menerapkan prinsip-prinsip optimisasi yakni: (a) hasil fisik yang maksimum (b) keuntungan optimum (c) penekanan biaya(masukan);
2)    penguasaan dan pemasaran hasil-hasil pertanian;
3)    penggunaan atau pemanfaatan kemudahan kredit produksipertanian;
4)    kelembagaan ekonomi pertanian : koperasi dan lain-lain.
Dalampenyampaian ilmu ekonomi pertanian harus selalu menerapkan pendekatan multi disiplindengan analisis interdisiplin yang tidak hanya bagi usaha menaikkan pendapatandan atau keuntungan usahatani dalam waktu terbatas tetapi juga memperhatikanprinsip-prinsip perluasan lapangan dan kesempatan kerja serta usaha pelestarianlingkungan hidup.
·        IlmuTatalaksana Rumah Tangga Petani, mengingat bahwa kegiatan usahatanidalam kenyataannya adalah merupakan bagian dari kegiatan rumah tangga petanisecara keseluruhan, maka untuk menuju efisiensi pengelolaan usahatani harusselalu dilakukan kegiatan penyuluhan mengenai tatalaksana rumah tangga petani.Termasuk dalam materi untuk bidang tatalaksana rumah tangga petani adalah :
1)    Pengenalan tentang makna usahatani bagi rumahtanggapetani yang dapat diresapi;
2)    Proses manajemen secara keseluruhan yang mencakup :
(a)     Pembuatan atauinventarisasi sumber-sumber
(b)     Penetapantujuan berikut skala prioritasnya
(c)      Penetapan masalah berikut skala prioritasnya
(d)     Studi tentangalternatif-alternatif yang mungkin tentang:
        apa yangdiinginkan;
        apa yang akandibayar;
        apa yang lebihbaik dibayar;
        dapatdilaksanakan.
(e)     Mengembangkanperencanaan anggaran, meliputi kebutuhan uang yang diperlukan, pola pertanaman,produksi yang diharapkan, kemungkinan besarnya pengeluaran (pembiayaan) danpenerimaan yang diharapkan;
(f)       Perencanaanikutan tentang catatan singkat yang dapat dipergunakan untuk pemeriksaankekayaan, pendapatan, dan lain-lain hal yang tercakup di dalam perencanaananggaran;
(g)     Evaluasi hasilyang dapat dipergunakan sebagai umpan balik bagi kegiatan berikutnya yang akandiulangi;
3)    Persiapananggaran berupa analisis usahatani per tahun;
4)    Penerapan perencanaan tatalaksana rumahtangga danusahataninya.
·        DinamikaKelompok, kegiatan penyuluhan pertanian pada hakikatnya adalah suatukegiatan yang selalu berurusan dengan “manusia” petani yang harusdapat diajak mengubah sikapnya, cara bertindak, cara bekerja, bahkan jugapolapikirnya untuk mencapai kesejahteraan yang lebih tinggi melalui usahamenaikkan produktivitas dan pendapatan/keuntungan usahataninya. Tetapi, jikaharga diri mereka direndahkan, jika potensi yang terpendam di dalam diri tidakdigali dan dikembangkan, perubahan yang diharapkan itu tak akan mungkinterjadi. Sehubungan dengan itu, mengingat petani adalah golongan masyarakatyang sangat erat ikatan kelompoknya, maka kepada mereka disamping materipenyuluhan pertanian yang lain perlu diberi materi tentang dinamika kelompok.Termasuk di dalam materi ini antara lain :
1)    dasar-dasarpengertian tentang dinamika kelompok;
2)    makna daridinamika kelompok;
3)    beberapalatihan pengembangan dinamika kelompok seperti : diskusi, kegiatan-latihangotong-royong untuk mengerjakan sesuatu, dan lain-lain;
4)    dorongan untukselalu bekerja dan bereksperimen (trialsand error).
·        PolitikPembangunan Pertanian, di samping pokok-pokok materi yang telahdisebutkan di atas, maka dalam penyuluhan pertanian perlu juga diberikan pokokmateri tentang politik pembangunan pertanian yang sedang menjadi programpemerintah. Hal ini penting, sebab tujuan usahatani tidak hanya untuk menujukesejahteraan orang seorang atau bagi petani saja, melainkan mempunyai tugasyang penting bahkan sangat penting arti dan peranannya bagi kesejahteraanmasyarakat dan bangsa pada umumnya. Tidak saja untuk mencukupi kebutuhan pokok,tetapi juga peran dan artinya ditinjau dari martabat bangsa, dari segikeamanan, dan stabilitas nasional dalam arti yang sangat luas. Termasuk dalammateri ini adalah:
1)    makna pertanian atau usahatani bagi kehidupan manusia;
2)    makna usahatani bagi stabilitas nasional;
3)    makna usahatani bagi kehidupan umat manusia;
4)    berbagai peraturan dan atau kebijaksanaan  “baru” dari pemerintah pusat dan daerah
3.         Sumber-Sumber MateriPenyuluhan Pertanian
Mardikanto (1993) menyebutkan bahwa sumber materipenyuluhan pertanian dapat kelompokkan menjadi:
a.     Sumber resmi dari instansi pemerintah,seperti :
·        Kementerian /dinas-dinas terkait
·        Lembaga penelitian dan pengembangan
·        Pusat-pusat pengkajian
·        Pusat-pusat informasi
·        Pengujian lokal yang dilaksanakan olehpenyuluh
b.    Sumber resmi dari lembaga-lembagaswasta/lembaga swadaya masyarakat yang bergerak dibidang penelitian, pengkajiandan penyebaran informasi
c.     Pengalaman petani, baik pengalamanusahataninya sendiri atau hasil dari petak pengalaman yang dilakukan secarakhusus dengan atau tanpa bimbingan penyuluhnya.
d.    Sumber lain yang dapat dipercaya, misalnya:informasi pasar dari para pedagang, perguruan tinggi dan lain-lain.
Sehubungan dengan adanya beragam materi tersebut, makakiranya perlu diingat bahwa :
·        Materi yang berasal dari lembaga-lembagaresmi (pemerintah dan atau swasta) seringkali tidak sesuai dengan kondisipengguna, meskipun telah teruji melalui metode ilmiah tertentu. Hal inidisebabkan karena, baik lingkungan fisik maupun sumberdaya yang digunakan tidakselalu sama seperti yang dimiliki atau yang dapat dimanfaatkan oleh pengguna, khususnyayang berkaitan dengan: peralatan yang digunakan, pengetahuan dan ketrampilanyang dikuasai dan tersedianya modal yang terbatas, sehingga tidaklahmengherankan jika materi-materi yang disampaikan seringkali :
a.       Secara teknis tidak dapat dilaksanakan
b.      Secara ekonomis tidak menguntungkan
c.       Secara politis dan sosial budaya setempattidak dapat diterapkan
·        Materi yang berasal dari pengalaman petaniseringkali masih diragukan keterandalannya (ketepatan dan ketelitiannya),karena sering tidak memperhatikan metode ilmiah tertentu yang telah dibakukan.
·        Materi yang berasal dari sumber lain,seringkali kurang jujur, karena dari padanya melekat kepentingan-kepentingantertentu yang tidak selalu sesuai dengan kebutuhan dan kepenitngan penggunamaupun masyarakat secara keseluruhan.
Oleh karenaitu, seyogyanya agar setiap pengguna inovasi selalu bersikap hati-hati, denganselalu mencoba terlebih dahulu dalam skala usaha yang relatif kecil sebagaipetak pengalaman atau dengan melakukan pengujian lokal (local ferification trials). Penerapan langsung setiap inovasi dalamskala luas hanya dapat diterima manakala pengguna telah memiliki pengalamanyang “baik” dengan setiap sumber materi yang diterimanya.
4.        Penyiapan Bahan MateriPenyuluhan Pertanian
Bahan untukpenyusunan materi penyuluhan pada dasarnya harus relevan dengan kebutuhansasaran yang teridentifikasi. Tujuannya yaitu agar materi yang tersusun menjadiefektif, dalam arti sesuai kebutuhan sasaran dan mampu menyelesaikanpermasalahan aktual yang dihadapi petani sasaran.
Berkaitandengan itu, syarat-syarat bahan untuk penyusunan materi yang tepat diantaranya:
    Relevan dengan kebutuhan sasaran
    Berasal dari sumber yang jelas dan dapatdipertanggungjawabkan
    Dapat diakses dengan baik
5.        Pemilihan MateriPenyuluhan Pertanian
a.    RagamMateri
Apapun materi penyuluhan yangdisampaikan oleh seorang penyuluh, pertama-tama harus diingat bahwa materitersebut harus senantiasa mengacu kepada kebutuhan yang telah dirasakan olehmasyarakat sasarannya. Tetapi didalam praktiknya seringkali penyuluh menghadapi kesulitan untuk memilih danmenyajikan materi yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat sasarannya. Halini disebabkan oleh karena keragaman sasaran yang dihadapi, sehingga menuntutkeragaman kebutuhan yang berbeda atau keragaman materi yang harus disampaikanpada saat yang sama. Kesulitan lain juga dapat muncul manakala pemahaman tentang sasaran danwaktu menjadi pembatas.
Sehubungandengan hal tersebut, Arboleda (1981) dalam Mardikanto (1993) memberikan acuanagar setiap penyuluh mampu membeda-bedakan ragam materi penyuluhan yang ingindisampaikan pada setiap kegiatannya ke dalam :
·        Materi Pokok (Vital)
Materi pokok merupakan materi yang benar-benardibutuhkan dan harus diketahui oleh sasaran utamanya. Materi pokok sedikitnyamencakup 50 persen dari seluruh materi yang disampaikan.
·        Materi Penting (Important)
Materipenting berisi dasar pemahaman tentang segala sesuatu yang berkaitan dengankebutuhan yang dirasakan oleh sasarannya. Materi ini diberikan sekitar 30persen dari seluruh materi yang disampaikan.
·        Materi Penunjang (Helpful)
Materi penunjang masih berkaitan dengan kebutuhan yang dirasakan yang sebaiknyadiketahui oleh sasaran untuk memperluas cakrawala pemahamannya tentangkebutuhan yang dirasakannya itu. Materi ini maksimal 20 persen dari seluruhmateri yang disampaikan.
·        Materi Mubazir (Super flous)
Materi inisebenarnya tidak perlu dan tidak ada kaitannya dengan kebutuhan yang dirasakan oleh sasaran. Karena itu dalam setiapkegiatan penyuluhan sebaiknya justru dihindari penyampaian materi seperti ini.
Selanjutnya, materi penyuluhan pertanian juga dapat dikelompokkanberdasarkan jenis usaha tani,kelompok sasaran, dan tujuan yang ingin dicapai
          Materi penyuluhan berdasarkanjenis usaha tani: pertanian (pangan, hortikultura, perkebunan),peternakan, atau usaha tani off farmdan on farm.
          Materi penyuluhan berdasarkankelompok sasaran: pelaku utama dan pelaku usaha
          Materipenyuluhan berdasarkan tujuan yang ingin dicapai,yaitu materi dikelompokkan berdasarkan tujuan-tujuan yang telah ditetapkandalam programa penyuluhan dan rencana kegiatan penyuluhan (pelajari modul tentang menyusun programa penyuluhan pertanian).
b.    PertimbanganMemilih Materi
Agar materi yang akan kita sampaikanbenar-benar  efektif (sesuai dengankebutuhan sasaran), maka dalam melakukan pemilihan materi penyuluhan pertanianhendaknya mempertimbangkan  hal-halberikut ini :
·        Profitable, memberikankeuntungan yang nyata kepada sasaran.
·        Complementer, dapat melengkapikegiatan yang ada sekarang, atau mengisi waktu luang di antara kegiatan saatini.
·        Compatibility, tidakbertentangan dengan adat istiadat dan kebudayaan masyarakat.
·        Simplicity, sederhana mudahdilaksanakan, tidak memerlukan keterampilan yang terlalu tinggi.
·        Availability, pengetahuan,biaya dan sarana yang diperlukan, dapat disediakan oleh sasaran.
·        Immediate Aplicability, dapatdimanfaatkan dan segera memberikan hasil yang nyata.
·        In expensiveness, tidakmemerlukan ongkos tambahan yang terlalu mahal.
·        Low risk, tidak mempunyairesiko yang besar dalam penerapannya.
·        Spectaculer impact, impact dari penerapannyamenarik dan menonjol.
·        Expandible, dapat dilakukandalam berbagai keadaan dan mudah diperluas  dalam kondisi yang berbeda-beda.
6.        Penyusunan MateriPenyuluhan Pertanian
a.    PenyusunanSinopsis
Ringkasan dari materi penyuluhan pertanian perlu disiapkan dan dituangkandalam bentuk “sinopsis”. Sinopsis berasal dari kata synopical  yang artinya ringkas. Berdasarkan asal katatersebut, sinopsis diartikan: ringkasan suatu materi tulisan yang panjang (baikfiksi maupun non-fiksi) dan sinopsis itu sendiri ditulis dalam bentuk narasi.
Tujuan penyusunan sinopsis yaitu untuk meringkasbahan-bahan materi penyuluhan sehingga menjadi lebih singkat, padat, mudahdipahami, dan terhindar dari bahan-bahan yang kurang relevan dengan topik yangtelah ditetapkan.
Sinopsis terdiri dari dua versi, yaitu:
·        Sinopsisyang ditulis untuk meringkas karya yang sudah ada atau sudah ditulis secaralengkap.
·        Sinopsisyang ditulis untuk persiapan menulis suatu gagasan yang akan dituangkan dalambentuk fiksi maupun non-fiksi.
Langkah-langkahmembuat sinopsis karya yang sudah ada adalah:
·        Membacamateri dengan seksama dan penuh konsentrasi;
·        Menyediakanwaktu khusus untuk membaca;
·        Membacadalam kondisi rileks – tanpa tekanan;
·        Pahamimateri;
·        Pikirkansinopsis yang akan ditulis siapa pembacanya?;
·        Tulissinopsis dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh pembaca.
Sedangkan langkah-langkah membuat sinopsis untuk menyampaikan ide ataugagasan, adalah:
·        Pemetaan materi yang akan disampaikan: siapasasarannya?;
·        Sinopsis yang telah ditulis perlu disertailembar-lembar presentasi detail gagasan sebagai pendukungnya;
·        Siap menerima kritikan dan melakukan revisi(apabila dianggap perlu) bahkan mungkin merombak (re-writing);
·        Mempertimbangkansegi ekonomi;
·        Siap mempresentasikansinopsis.
Contoh formatsinopsis:
SINOPSIS

Judul  Materi: ———————————

                      Bagian awal  ————————————–

————————————————-——————

                  
                     Bagian utama  ————————————-

——————————————————————
Bagian akhir  ————————————-
——————————————————————
                       Tempat dan Tanggal Penyusunan Sinopsis
       Penyuluh,
                                     Nama dan Tanda tangan


b.    PenyusunanLPM
Materi yang telah dipilih untukdisampaikan kepada sasaran selanjutnya disusun dalam Lembar Persiapan Menyuluh(LPM). LPMyaitu lembar persiapan menyuluh setidaknya berisi: Judul; Tujuan; Metode;Media; Waktu; Alat Bantu; Uraian Kegiatan; dan Estimasi Waktu pelaksanaanpenyuluhan.
Penyusunan LPM dimaksudkan untukmemudahkan Penyuluh menyampaikan materi penyuluhannya, karena di dalam LPMdicantumkan hal-hal yang akan digunakan dan disampaikan kepada sasaran terkaitdengan materi penyuluhan. Berikut adalah contoh format LPM:
Lembar Persiapan Menyuluh (LPM)
Judul        :    ……………………………………
Tujuan      :    …………………………………..
Metode     :    ……………………………………
Media       :    ……………………………………
Waktu       :    …………………………………..
Alat Bantu :    …………………………………..
Pokok Kegiatan
Uraian Kegiatan
Waktu
Keterangan
Pendahuluan
Isi / Materi
Pengakhiran
                                           Tempat dan Tanggal  Penyusunan LPM
                                                             Penyuluh,
                                                  Namadan Tanda tangan

Sumber Tulisan : Bahan Diklat Sertifikasi Penyuluh Pertanian Level Supervisor Bapeltan Jambi 2011

Hasil penelusuran:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *