MENGUNTIT MAHASISWA UB STUDI LAPANGAN

Posted on

Ahad, 12 Juni 2011 lalu, “nuansa masel” dapat kesempatan mengikuti studi lapangan mahasiswa Jurusan Fisika FMIMA, Universitas Brawijaya (UB) Malang ke daerah yang bertopografi karst di Malang selatan, tepatnya di Kecamatan Sumbermanjing. Kuliah tentang Geologi dan Geomorfologi ini dipimpin langsung oleh Ketua Jurusan Fisika FMIPA, UB Malang, Adi Susilo, Ph.D. Gejala Geologi/Geomorfologi yang pertama dikaji adalah patahan di daerah karst tersebut. Dalam kajian itu, Adi Susilo yang asli Malang selatan ini mengemukakan proses terbentuknya daerah patahan itu. Kemudian beliau memerintahkan kepada mahasiswa untuk menentukan ketinggian tempat dengan menggunakan GPS. Di samping itu para mahasiswa diminta untuk menentukan kemiringan lereng, lokasi absolut, tekanan udara, dan suhu udaranya.

Kegiatan berikutnya, para mahasiswa diajak terjun ke sebuah sungai karst yang nyaris tak berair lagi. Sungai itu berada di Desa Sumberagung Kecamatan Sumbermanjing. Untuk menuju lembah yang termasuk sungai musiman ini, para mahasiswa harus menuruni lereng curam sedalam 5m. Dasar sungai pada Daerah Aliran Sungai (DAS) hulu ini dipenuhi oleh fragmen-fragmen batuan. Di tempat ini para mahasiswa diminta mengidentifikasi jenis-jenis batuan yang ada. Setelah mahasiswa mengidentifikasi, Adi Susilo menjelaskan bahwa batuan-batuan yang ada di dasar sungai itu adalah batuan sedimen. Batuan sedimen yang dimaksud adalah batuan gamping. Terbentuknya batuan gamping tidak terlepas dari peranan organisme. Organisme yang dimaksud adalah organisme laut, yakni tumbuhan dan binatang karang. Sisa-sisa organisme laut tersebut kemudian terakumulasi dan terendapkan. Setelah memberikan penjelasan tersebut, kemudian para mahasiswa diminta mengidentifikasi sisa-sisa organisme laut tersebut yang telah memfosil dan menyatu dengan batukapur (limestone). Selain batukapur, mahasiswa juga diminta mengidentifikasi batuan sedimen lain yang ada di tempat itu. Tak lupa, para mahasiswa tersebut juga melakukan pengukuran-pengukuran seperti sebelumnya.

Lokasi ketiga yang dituju adalah tempat keberadaan lapisan batubara di desa yang sama. Ketua Jurusan Fisika yang ahli Geofisika tersebut menceritakan asal-usul terbentuknya lapisan tersebut dan bahwa hal-hal yang berkaitan dengannya. Formasi batubara tersebut berlapis-lapis tipis. Menurut penuturan beliau lapisan batubara ini memanjang hingga Tulungagung.

Singkapan pada tebing kaolin merupakan tinjauan keempat. Kaolin tersebut berlokasi di Desa Kedungbanteng Kecamatan Sumbermanjing. Sedangkan lokasi terakhir yang dituju adalah daerah yang dicurigai terdapat mineral emas, selain juga zeolit, dan mineral-mineral lain. Daerah yang dituju tersebut termasuk Desa Sidomulyo Kecamatan Sumbermanjing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *