Bisnis Ritel Semakin Mengiurkan

Posted on

Naiknya indeks kepercayaan konsumen berimplikasi pada peningkatan konsumsi di dalam negeri sehingga target pertumbuhan ritel 20 persen dengan omset 120 triliun rupiah tahun ini diperkirakan tercapai seiring langkah perusahaan ritel yang kian ekspansif.

Tabel : Kinerja Perusahaan Ritel

Emiten Penjualan Bersih (Rp) Laba (rugi) Bersih (Rp)
Q1 – 2010 Q1- 2011 Q1 – 2010 Q1 – 2011

PT Matahari Putra
Prima Tbk 3,26 triliun 2,064 triliun 44,77 Miliar 22,49 Miliar
PT Sumber Alfaria
Trijaya Tbk 2,8 Triliun 3,89 triliun (24,7 Miliar) (14,75 Juta)
PT Ramayana Lestari
Sentosa Tbk 893,6 Miliar – 25,5 Miliar –
PT Hero Supermarkettbk 1,7 Triliun 1,96 Triliun 43,9 Miliar 55,5 Miliar
PT Mitra AdiperkasaTbk 1 Triliun 1,3 Triliun 30,2 Miliar 44 Miliar
Sumber : Bursa Efek Indonesia

Riset yang dilakukan Danareksa Research Institute (DRI) menyebut indeks kepercayaan konsumen (IKK) meningkat 0,7 persen pada Mei 2011 menjadi 90,6 dari 90,0 pada April 2011 disebabkan masyarakat terus memberikan penilaian yang lebih baik terhadap keadaan ekonomi saat ini dan kemampuan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga, termasuk harga pangan. Kepercayaan konsumen terhadap kemampuan pemerintah untuk melaksanakan tugas-tugasnya juga terus menguat pada bulan Mei. Indeks Kepercayaan Konsumen terhadap Pemerintah (IKKP) naik sebesar 1,23 persen menjadi 93,6 dari 92,4 pada bulan April 2011.

Ketua Departemen Dana dan Informasi Pasar Aprindo (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia), Roy N Mandey kepada Koran Jakarta mengatakan, naiknya indeks kepercayaan konsumen menandakan kecenderungan masyarakat berbelanja di dalam negeri meningkat sehingga konsumsi tumbuh signifikan.

“Naiknya indeks kepercayaan konsumen dan terjaganya inflasi serta proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional 6,5 persen menjadi dasar bagi perusahaan ritel untuk tetap ekspansif sehingga target pertumbuhan ritel 20 persen tahun ini optimistis tercapai,” katanya, Rabu (20/7).

Terlebih penetrasi ritel nasional saat ini masih terbilang kecil yakni kurang dari 20 persen, dimana dari 1 juta penduduk hanya terdapat 52 ritel sedangkan Singapura 200 ritel, Korea Selatan 360 ritel, Taiwan 520 ritel dan Malaysia 165 ritel (Riset AC Nielsen). Itu menunjukan sektor ritel sangat prospektif, sehingga peritel asingpun tertarik untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Menurut Roy ada beberapa perusahaan ritel asing yang akan membuka gerainya di tanah air hingga akhir tahun ini, selain itu peritel asing yang sudah ada juga berencana melakukan ekspansi usahanya seperti yang akan dilakukan Carrefour (Canada), Lotte (Korea) dan lainnya. Kondisi itu akan memicu tingkat kompetisi yang semakin ketat sehingga manajemen harus memperbaiki dan menyempurnakan layanannya kepada konsumen agar loyalitas terjaga.

Meskipun industri ritel kedepannya cukup prospektif, namun menurut Roy investor juga harus memperhatikan faktor risikonya, antara lain kemungkinan pertumbuhan ekonomi yang stagnan, gejolak suku bunga bank, peningkatan inflasi dan kondisi politik yang tidak stabil. Jika hal itu terjadi, kata dia akan memicu penurunan daya beli masyarakat sehingga penjualan akan mengalami penurunan.

Untuk menjaga pertumbuhan industri ritel tersebut, Pemerintah juga diminta berperan lebih besar, caranya dengan menyederhanakan regulasi dan birokrasi, khususnya yang terkait dengan ijin usaha di daerah, biaya pengurusan ijin. Selama ini, pengusaha ritel nasional masih harus mengeluarkan biaya cukup besar untuk mengurus ijin-ijin usaha, padahal di negara lain biayanya sangat minim.

Kinerja Perusahaan

Sejumlah perusahaan ritel berencana membuka puluhan gerai hingga akhir tahun ini untuk memperbesar keuntunganya. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk atau Alfamart berencana membuka 800 sampai 1.000 gerai baru di sejumlah kota besar Indonesia. Itu dilakukan untuk mencapai target penjualan 18 triliun rupiah pada tahun ini, naik 28,57 persen dibanding tahun lalu yang 14 triliun rupiah.

Komisaris Utama Sumber Alfaria Trijaya Djoko Susanto mengatakan, hingga saat ini perseroan telah memiliki sekitar 5.200 gerai yang tersebar di Indonesia, dan jumlahnya akan terus bertambah. Selain menambah gerai, perseroan juga berinovasi dengan membuka bidang usaha baru penyediaan makanan siap saji (ready to serve and ready to drink). Namun, dia belum dapat memastikan kapan hal itu dapat direalisasikan.

Terkait dengan kinerja kuartal tiga ini, perseroan optimistis tumbuh signifikan dipicu peningkatan konsumsi jelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Pada bulan bualn tersebut, kontribusi penjualan biasanya mencapai 40 persen. Sementara itu, pada kuartal satu 2011, perseroan sudah membukukan penjualan 3,89 triliun rupiah naik 38,9 persen dibanding periode sama 2010 yang 2,8 triliun rupiah. Sedangkan rugi bersihnya turun dari 24,7 juta rupiah menjadi 14,7 juta rupiah.

Perusahaan ritel lainnya, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) juga mengalami pertumbuhan signifikan. Laba bersih pada kuartal satu 2011 naik 45 persen menjadi 44 miliar rupiah disbanding periode sama tahun sebelumnya 30 miliar rupiah. Penjualan bersih mengalami peningkatan sebesar 21 persen menjadi 1,269 triliun rupiah disbanding periode sama 2010 yang 1,048 triliun rupiah.

Corporate Secretary Mitra Adiperkasa, Fetty Kwartati mengatakan, kontribusi penjualan didapat dari divisi department store sebesar 26 persen, specialty store 59 persen, food and bevarage sebesar 12 persen, dan lainnya sebesar tiga persen. Secara geografis, kontribusi penjualan paling banyak berasal dari Jakarta sebesar 74 persen dan sisanya dari daerah sekitar Jawa dan Sumatra serta Sulawesi dan Kalimantan. Perseroan saat ini mengoperasikan 887 gerai di 25 kota di seluruh Indonesia dengan total area seluas 425.721 m2. Adapun ritel internasional terbaru yang telah diluncurkan pada kuartal pertama antara lain, Stradivarius, Bershka, dan Payless ShoeSource.

Sementara itu, PT Hero Supermarket Tbk juga kian ekspansif dengan rencana menambah empat gerai baru Giant hingga akhir Juli 2011. Dua di antaranya akan dibuka di Jababeka, Bekasi, dan Jonggol, Bogor. Dengan demikian, perseroan memiliki gerai sebanyak 500 dari sebelumnya 496 gerai.

Presiden Komisaris Hero Ipung Kurnia menyatakan, pihaknya senantiasa membuka gerai baru setiap tahun untuk memperbesar kapasitas perusahaan dalam memenangi persaingan antar perusahaan ritel.

Menurutnya, persaingan industri retail yang ketat sebenarnya menunjukkan adanya potensi pasar yang besar. Apalagi, lanjut dia, pasar modern sudah merakyat. “Selama ini, market yang diciptakan Hero selalu disambut baik oleh publik. Untuk luar Jawa, asal ada market-nya, akan kami kembangkan,” katanya.

Terkait kinerja tahun ini, perseroan menargetkan pertumbuhan dan laba bersih 15 persen.

Pada kuartal satu 2011 saja, perseroan telah membukukan laba bersih 55,5 miliar rupiah dengan penjualan 1,96 triliun rupiah, lebih tinggi dibanding perolehan tahun lalu. Perseroan saat ini telah mengoperasikan 38 gerai Giant Hypermarket, 46 gerai Hero Supermarket, 76 gerai Giant Supermarket, 208 Guardian (kesehatan dan kecantikan), dan 129 gerai Starmart (minimarket). Kelima jenis gerai menyerap 13.400 tenaga kerja.

Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang sebelumnya mengatakan industri ritel akan tumbuh 15 persen pada tahun ini didukung pertumbuhan ekonomi nasional yang diperkirakan bisa mencapai 6,6 persen, indeks pendapatan per kapita yang tumbuh menjadi 3.230 dollar AS dari tahun sebelumnya sebesar 3.004 dollar AS, serta perkiraan pertumbuhan kredit pada kisaran 20-22 persen selama tahun ini.

Edwin mengingatkan perusahaan yang bergerak di bidang usaha ritel tetap menajamkan pandangan untuk melihat setiap peluang yang ada, serta menciptakan inovasi baru, baik dari sisi produk maupun pemasaran untuk mengatasi ketatnya persaingan.

Hal senada juga juga diungkapkan oleh analis Infovesta Utama Praska Putrantyo. Dia melihat pertumbuhan ekonomi mencerminkan masih tingginya konsumsi masyarakat dan pemerintah pada tahun ini. Hal itu juga membuat kinerja perusahaan-perusahaan di bidang industri ritel atau perdagangan eceran bisa tumbuh setidaknya 15 persen pada tahun ini. Rencana ekspansi sejumlah perusahaan ritel dengan menambah gerai di sejumlah wilayah di luar Pulau Jawa juga diyakini dapat meningkatkan kinerja emiten-emiten tersebut. (gus).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *