Bertanam Anggur di Dataran Rendah

Posted on

Anggur buah yang mengandung 80% ini di abad ke 2 SM mulai dikenal sebagai minuman, buah meja dan kismis. Penyebarannya merata di seluruh dunia, pertama mampir ke Indonesia pada abad ke 19. Hingga kini anggur termasuk tanaman budidaya di Indonesia, meski hanya 2 macam yaitu Vitis vinifera dan Vitis labrusca.

Varietas Vitis vinifera yang banyak tumbuh di Indonesia adalah jenis probolinggo putih dan probolinggo biru. Sedangkan Vitis labrusca antara lain varietas isabella, briliant, beacon dan carman. Isabella yang paling baik tumbuh di Indonesia.

Vitis labrusca berasal dari Amerika Utara. Salah satu varietasnya adalah isabella yang didatangkan dari Amerika Serikat pada tahun 1960. Kemudian dikembangkan di Indonesia tepatnya di Garut dengan ketinggian 700m dpl.

Jenis Anggur di Dataran Rendah

Anggur old word sebutan lain Vitis vinifera, merupakan anggur tertua yang berasal dari Asia Kecil. Disebut sebut sebagai produk anggur utama dunia. Ia banyak berperan dalam perbaikan mutu dan kualitas jenis anggur Eropa dan Amerika.

Vitis vinifera menghasilkan buah dengan ukuran yang beragam. Ukuran kecil digunakan sebagai bahan kismis, sedangkan ukuran yang besar untuk dibuat wine dan buah meja alias sebagai buah yang dimakan segar. Di Indonesia anggur ini mampu berproduksi 2 kali dalam 1 tahun. Ia tumbuh baik di dataran rendah hingga ketinggian 300 m dpl.

Jenis anggur yang cocok untuk ditanam di dataran rendah adalah jenis anggur probolinggo putih atau white malaya, probolinggo biru, juga anggur bali. Umumnya tanaman anggur menghendaki dataran yang bertipe iklim kering atau dataran rendah dengan ketinggian 100m dpl hingga 300 m dpl.

Cara Bertanam

Bibit berasal dari setek batang minimal berumur 1 tahun dengan perakaran kuat. Bibit umur 1-1,5 bulan ditanam dalam lubang dengan ukuran 60 cm x 60 cm x 40 cm, yang diisi dengan kompos 40-50 kg.

Tanaman dirambatkan pada para-para (pergola) atau pagar yang dibuat khusus. Tinggi para-para 2,5 hingga 2,75 m dengan jarak tanam 5 m x 4 m.

Perawatan Tanaman

Perawatan tanaman yang baik adalah dengan memberi pupuk urea 150 g, DS 200 g dan ZK 200 g setiap tahun per tanaman. Selain pemupukan tanaman juga wajib dipangkas, untuk membentuk batang pokok, cabang primer, cabang sekunder dan cabang tersier.

Pemangkasan cabang pada hakekatnya memudakan/peremajaan kembali tanaman anggur. Dengan pemangkasan penimbunan hormon penghambat tumbuh atau remstof,hormon retardan musima akhir dikurangi. Sebaiknya pemangkasan cabang bunga dilakukan menjelang akhir musim hujan supaya buahnya berkembang pada musim kemarau. Buah pada musim kemarau mutunya cukup bagus.

Selain pemangkasan, perawatan yang perlu diperhatikan adalah pemberantasan hama dan penyakit yang mungkin muncul. Penyakit yang biasanya menyerang seperti karat daun (bintik merah), mildew (putih abu-abu). Gunakan fungisida benlate dengan dosis 0,2-0,3%. Untuk memberantas hama tungau merah dengan menggunakan kelthane dosis 0,2%.

Pemanenan

Pemanenan atau pemetikan buah anggur harus dilakukan dengan hati-hati. Hindari merusak selaput malam yang tipis dipermukaannya. Untuk itu sewaktu memotong tangkai malai, seluruh buah diletakkan di atas permukaan tangan. Kemudian letakkan anggur dalam kotak dengan hati-hati. Buah yang dimasukkan dalam kotak pembungkus harus benar-benar kering dan bebas dari embun. Pisahkan buah yang mulus dari yang rusak, pecah, keriput dan sakit.

Agar buah anggur awet disimpan, anggur harus ditempatkan dalam ruangan teduh dan berangin. Dan lebih baik lagi jika disimpan dalam pendingin bersuhu o derajat Celcius.

Sumber : http://www.florabiz.net/budidaya/bertanam-anggur-di-dataran-rendah.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *