Perlukah Pencatatan & Pembukuan Usaha dalam Beragribisnis

Advertisement

 Usaha  dapat diartikan sebagai sebuah kegiatan untuk mencapai kesejahteraan, yakni dalam hal pemenuhan  kebutuhan materil & spiritual dimana kebutuhan materil  dapat dipenuhi melalui perolehanp endapatan (income), sementara kebutuhan spiritual dapat terpenuhi apabila pelaku agribisnis dapat  memenuhi kebutuhan & kepuasan konsumen. Untuk itu agribisnis harus dikelola secara benar agar kinerja usaha melalui pencatatan dan Pembukuan Usaha  mempunyai tingkat efisiensi yang tinggi. Hal ini dapat diukur melalui analis  isusaha / bisnis dari data-data yang tercatat. Ya..tentu saja diharapkan secara lengkap.  Oleh karenanya Pencatatan dan pembukuan usaha dalam agribisnis merupakan bentuk  pengukuran tertulis dari tingkat keberhasilan usaha. Maka dari itu dua hal ini mutlak diperlukan.
Nah apa pula sebenarnyaperbedaan dari keduanya. Mari kita bahas.
Pembukuan Usaha
Pencatatan usaha  merupakan serangkaian kegiatan untuk mencatat semua aktivitas  usaha yang dapat  digunakan sebagai bahan laporan, sementara  Pembukuan usaha merupakan suatu rangkaian   kegiatan dalam mencatat semua perubahan atau transaksiyang telah dilakukan  baik menyangk   utang atau barang-barang berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan guna   kelancaran usaha tersebut
Lantas, apa saja jenisdan macam pencatatan usaha tersebut? Berikut penjelasannya saya tuangkan secaradetail.
Macam-macam Pencatatan Usaha
1. Pencatatan Data Inventaris, yakni  mencatat seluruh inventaris yang dimiliki suatu  perusahaan agribisnis pada waktu tertentu; menilai masing-masing inventarisuntuk membantu dalam menetapkan kekayaan (assets) dan hutang (leabilities);membandingkan nilai inventaris pada tahun sekarang dengan tahun sebelumnya;  sebagai bahan untuk membuat pencatatan neraca (balance sheet) untuk  laporan  usaha.
  
2. Pencatatan Data Produksi,  merupakan mencatat  kegiatan-kegiatan dalam proses produksi, yaitu: tenaga kerja yg digunakan; jumlah produksi; bagian produksi yang  dikonsumsi sendiri dan membandingkan jumlah produksi saat ini dengan  tahun-tahun sebelumnya.
Produks  iusaha pertaninan selalu dicatat dalam satuan. Pencatatan dalam bentuk fisik  merupakan ciri dari catatan ini yang menunjukkan jumlah produksi; jumlah bahan/ sarana produksi yang digunakan serta memberikan keterangan untuk persiapan  suatu perencanaan usaha. Dalam jangka pendek, catatan produksi ini sangatpenting untuk memilih tanaman / ternak / komoditi apa yang baik untukpengembangan usaha.
Beberapajenis pencatatan ini antara lain :

1. Catatan Produksi Tanaman.yang dicatat dalam buku sederhana tentang jenis komoditi, lahan /  tempat, biaya produksi/input &produksi/output.

2. Catatan Pengolahan Tanah yang mencatat tentang waktu, alat, tenaga kerja dan biaya-biaya  yang dikeluarkan.

3. Catatan Ternak yaknipencatatan-pencatatan tentang peningkatan  produktifitas dan  untuk seleksi.
4. Catatan Tenaga Kerja yang dapatdibuat harian, jumlah tenaga kerja, jenis (Laki-laki, perempuan, anak-anak),biaya tenaga kerja (keluarga / upahan)     dan peralatan yang digunakan.
5. Catatan Pakan yakni volumepakan yg diberikan harus dicatat dengan tepat karena pakan merupakan bagianyang terbesar untuk kebutuhan ternak

6. Catatan Pemakaian Produksi Usaha yaitu berisi catatan pembelian & penjualan produksi usaha,jumlah pemakaian. Perubahan pada inventaris perlu tercatat dengan baik.

3. Pencatatan Data Keuangan
Macam macamnya adalah
         Catatan bukti transaksibisnis, merupakan dokumen asli bahan utama berupa “ slip “ ataubukti-bukti penjualan; penerimaan; cek; faktur-faktur; kartu jam kerja;rekening; dsb.
         Jurnal, adalah catatan semuatransaksi bisnis dalam urutan kronologis, perkiraan berjalan (runningaccount) dari transaksi kegiatan sehari-hari. Disebut juga sebagai catatanawal untuk    bisnis (book of originalentry).
         Buku Besar , disebut jugaperkiraan / rekening (account).  Perkiraanadalah: catatan terpisah untuk setiap kategori informasi, misal:mengenai aktiva (assets); kewajiban / pasiva (leabilities);informasi tentang pendapatan dan beban. Pemindahan dari jurnal ke buku besardisebut pemosan (posting) dan untuk jangka yang teratur.
Pembukuan Usaha
1. Neraca, merupakan ikhtisardari semua hak milik hutang dan penanaman modal yang telah dilakukan olehpemilik dalam bisnis. Neraca terdiri dari 3 komponen, yaitu: komponen yangmenggambarkan kekayaan (assets/aktiva); yg menggambarkan semua hutang (leabilities/ pasiva); selisih antara kekayaan dan hutang (nilai bersih / saldo).
  Assets lebih besar dari hutang : saldo positif danmerupakan kekayaan bersih perusahaan (owner’s equity).
  Hutang lebih besar dari assets : maka nilai bersihdisebut saldo negatif (perusahaan defisit).
 – Saldo disimpan disebelah neraca yang jumlahnya lebih kecil,untukmenjadikan neraca seimbang.
 Bentuk neraca
a.  Bentuk Staffel  (satu halaman), dimana daftar harta (kekayaan), hutang  dan  modal  tersusun secara berurutan dari atas kebawah.
b.  Bentuk Skontro (duahalaman), dimana daftar harta (kekayaan) sebelah kiri / debet,daftar hutang dan modal di sebelah kanan/ kredit.
2. Laporan Laba-rugi, adalahringkasan dari semua penerimaan ditambah keuntungan dikurangisemua pengeluaran ditambah kerugian, sama dengan pendapatan bersih/ kerugian bersih dalam jangka waktu tertentu, contoh terlampir.
Laba merupakantolok ukur utama atas efisiensi manajemen.
3. Laporan arus tunai, disebut jugalaporan arus sumber dan pemakaian uang, catatan keluar masuknya uang oleh transaksi-transaksikeuangan selama waktu tertentu, terdiri;
a.     Arus masuk tunai .
sumber berasal dari hasil-hasil penjualanproduk dan pembayaran-pembayaran dari pemerintah (dana subsidi); hasilpenjualan barang-barang produksi; pendapatan dari sumber luar pertanianseperti:       bunga modal, deviden danupah; penjualan kertas berharga; pinjaman dan   modal milik pribadi dariluar perusahaan agribisnis.
b.     Arus keluar tunai .

sumber berasal dari biaya operasional; investasimodal seperti:    tanah, bangunan dsb;pembelian kertas-kertas berharga; pembayaran hutang uang; pengeluaran uangtunai untuk konsumsi, pajak,   pembayarandeviden, bunga; penarikan modal milik pribadi untuk   hadiah dan liburan,dsb.

Perlukah Pencatatan & Pembukuan Usaha dalam Beragribisnis | budidarma | 4.5