Kepiting dan Rajungan

Advertisement

Perbedaan antara kepiting dan rajungan keduanya adalah jenis hewan yang mirip Perbedaannya hanya terletak pada kaki yang paling belakang; pada rajungan kaki yang terakhir itu merupakan sejenis anggota tubuh yang pipih tetapi lonjong (tidak runcing seperti kaki lainnya) yang umumnya digunakan untuk berenang,Rajungan juga lebih umum ditemukan di laut,Kalau kepiting bisa diternak, kalau rajungan itu hidup liar di laut. Cangkangnya bentol-bentol seperti macan tutul. Dagingnya juga jauh lebih manis dan lebih empuk serta gurih dari kepiting,Kepiting dan Rajungan banyak diminati dikarenakan daging Kepiting dan Rajungan tidak saja lezat tetapi juga menyehatkan.

                                                                                                RAJUNGAN  

Daging kepiting dan Rajungan mengandung nutrisi penting bagi kehidupan dan kesehatan. Meskipun mengandung kholesterol, makanan ini rendah kandungan lemak jenuh, merupakan sumber Niacin, Folate, dan Potassium yang baik, dan merupakan sumber protein, Vitamin B12, Phosphorous, Zinc, Copper, dan Selenium yang sangat baik


                                                                                                      Kepiting

Kepiting adalah binatang anggota krustasea berkaki sepuluh dari upabangsa (infraordo) Brachyura, yang dikenal mempunyai “ekor” yang sangat pendek (bahasa Yunani: brachy = pendek, ura = ekor), atau yang perutnya (abdomen) sama sekali tersembunyi di bawah dada (thorax). Tubuh kepiting dilindungi oleh kerangka luar yang sangat keras, tersusun dari kitin, dan dipersenjatai dengan sepasang capit. Ketam adalah nama lain bagi kepiting.Kepiting terdapat di semua samudra dunia. Ada pula kepiting air tawar dan darat, khususnya di wilayah-wilayah tropis. Rajungan adalah kepiting yang hidup di perairan laut dan jarang naik ke pantai, sedangkan yuyu dan empet penghuni perairan tawar (sungai dan danau)…di kampung saya suka juga nyari empet..hehehe

                                                                                                     Kepiting                                                                 

Kepiting beraneka ragam ukurannya, dari ketam kacang, yang lebarnya hanya beberapa milimeter, hingga kepiting laba-laba Jepang, dengan rentangan kaki hingga 4 m
Kepiting sejati mempunyai lima pasang kaki; sepasang kaki yang pertama dimodifikasi menjadi sepasang capit dan tidak digunakan untuk bergerak. Di hampir semua jenis kepiting, kecuali beberapa saja (misalnya, Raninoida), perutnya terlipat di bawah cephalothorax. Bagian mulut kepiting ditutupi oleh maxilliped yang rata, dan bagian depan dari carapace tidak membentuk sebuah rostrum yang panjang [2]. Insang kepiting terbentuk dari pelat-pelat yang pipih (“phyllobranchiate”), mirip dengan insang udang, namun dengan struktur yang berbeda

                                                              

 Ada dua jenis kepiting yang memiliki nilai komersil, yakni kepiting bakau dan rajungan. Di dunia, kepiting bakau sendiri terdiri atas 4 spesies dan keempatnya ditemukan di Indonesia, yakni: kepiting bakau merah (Scylla olivacea) atau di dunia internasional dikenal dengan nama “red/orange mud crab”, kepiting bakau hijau (S.serrata) yang dikenal sebagai “giant mud crab” karena ukurannya yang dapat mencapai 2-3 kg per ekor, S. tranquebarica (Kepiting bakau ungu) juga dapat mencapai ukuran besar dan S. paramamosain (kepiting bakau putih). Di Indonesia, spesies rajungan yang terkenal dan memiliki nilai ekspor adalah Portunus pelagicus, juga dikenal sebagai Swimming Crab
                                          
                                                                                                RAJUNGAN

                                                                             

Tips Memilih kepiting atau rajungan segar:
– Pilih kepiting atau rajungan yang masih lengkap jari-jarinya, terutama yang capitnya belum putus.
– Perhatikan matanya, jika bergerak masuk-keluar, tandanya ia masih hidup. Jari-jari yang bergerak pun bisa dijadikan patokan apakah binatang itu masih hidup atau sudah mati.
– Karena lazimnya dijual dalam keadaan terikat, angkatlah badannya. Bila terasa ringan, artinya dagingnya kurang padat. Kepiting yang berat adalah yang gemuk.
– Jangan sekali-sekali memilih kepiting yang kecil-kecil, karena sulit untuk mengeluarkan dagingnya

                                
                                                         
                                                                                                                 


                                                                            

                                                        

Hasil penelusuran:

  • perbedaan kepiting dan rajungan
  • rajungan vs kepiting
  • Rajungan
  • sejenis kepiting
  • beda kepiting dan rajungan
  • kepiting vsn rajungan
  • beda rajungan dan kepiting
  • perbedaan kepiting dengan rajungan
  • ikan rajungan
  • foto kepiting

Kepiting dan Rajungan | budidarma | 4.5